Kesehatan

2 Sembuh & 1 Meninggal Dunia Pasien Virus Corona di Indonesia Bertambah 7 Jadi 34 Orang Naik Lagi

Pasien Corona di Indonesia semakin bertambah tiap harinya. Dalam sehari, pasien virus Corona bertambah tujuh orang menjadi 34 pasien. Ini daftar pasien terbaru virus Corona.

Pasien virus Corona di Indonesia tambah 7 pasien naik menjadi 34 orang, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang dinyatakan sembuh. Indonesia tengah darurat virus Corona setelah virus tersebut masuk ke Indonesia. Masyarakat dunia juga sedang dibuat was was dengan menyebarnya virus Corona.

Virus yang awalnya dari kota Wuhan, Tiongkok, tersebut semakin menyebar ke berbagai penjuru dunia. Awal tersebarnya virus tersebut diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu. Dua WNI yang terpapar Virus Corona merupakan pasangan ibu (61) dan anak (34).

Hingga kemudian, virus tersebut dengan cepat menulari banyak orang. Pemerintah mengumumkan adanya tambahan orang yang dinyatakan positif viruscoronaCovid 19pada Rabu (11/3/2020). "Hari ini ada penambahan sejumlah tujuh pasien," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan VirusCoronaAchmad Yuriantodi Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dengan demikian, hingga Rabu sore ini, ada 34 kasus yang dinyatakan pasien positif Covid 19. Namun,ada juga kabar positif terkait virus Corona di Indonesia. Jumlah pasien virus corona yang mulai pulih bertambah menjadi 2 orang.

Meskipun terdapat 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Berikut rincian pasien yang baru dinyatakan positifCorona: Pasien 28: Laki laki 37 tahun. Kondisinya sakit ringan sedang. Imported case (tertular di luar negeri)

Pasien 29: Laki laki 51 tahun, nampak sakit sedang, tidak sesak, imported case. Pasien 30: Laki laki 84 tahun, nampak sakit sedang. Imported case. Pasien 31: Perempuan usia 48 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case.

Pasien 32: Laki laki 45 tahun, kondisi sakit ringan sedang, imported case juga. Pasien 33: Laki laki 29 tahun nampak sakit ringan sedang, imported case Pasien 34: Laki laki 42 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case.

Sebelumnya, hingga Selasa sore kemarin, tercatat ada 27 orang yang dinyatakan positif viruscorona. Dua orang yakni pasien 06 dan pasien 14 belakangan dinyatakan sembuh, sementara pasien 25 meninggal dunia. Empat tips pencegahan corona ala Presiden Jokowi: Hindari sentuh mata, hidung, dan mulut serta jaga jarak.

Presiden Joko Widodomengimbau masyarakat untuk tidak takut dengan wabah viruscorona. Hal itu disampaikanJokowilewat akun instagram pribadinya @Jokowi, Sabtu (7/3/2020). "Tidak perlu takut dengan yang namanya viruscorona.

Karena viruscoronadari data yang saya terima 94 persen lebih penderitanya dapat disembuhkan," ujar Jokowi. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini lantas memberikanempat tips untuk mencegah penularan viruscorona. "Oleh karena itu kita perlu melakukan hal hal seperti ini. Pertama jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi mencontohkan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Ia memperagakan cara mencuci tangan selama 20 detik, menggosok telapak tangan, jari jari tangan, sela sela jari tangan, punggung tangan hingga membersihkan ibu jari. Setelahnya, Jokowi membilas kedua tangan dengan air yang mengalir hingga bersih.

Selain cuci tangan dengan benar, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan, yakni hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Sebab, telapak tangan tentu akan menyentuh berbagai macam benda dan rentan terkena virus. "Kalau telapak tangan kita sudah terkena virus, maka virus itu akan mudah masuk melalui mata, hidung dan mulut. Jadi ingat hindari menyentuh mata, hidung dan mulut," pesan Jokowi.

Ketiga, menjaga jarak jarak terhadap siapa saja yang batuk atau bersin. Sebab, viruscoronabisa mengebar lewat tetesan cairan yang keluar pada saat batuk atau bersin. Keempat, memberikan masker kepada yang sakit agar tidak menular kepada yang lain.

"Cukup sederhana dan mudah dilaksanakan. Jadi sebenarnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan viruscoronaitu sendiri, tapi rasa cemas, panik dan ketakutan yang berlebihan, berita hoaks dan rumor," ungkap Jokowi. Dia meminta masyarakat Indonesia menjaga solidaritas untuk mengatasi potensi penularan virus corona. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona atau COVID 19.

Meski dianjurkan untuk tidak panik, namun masyarakat juga diminta untuk tetap waspada. Segala pencegahan perlu dilakukan. Jokowi meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan.

Melalui laman Twitter resminya, Jokowi membeberkan penularan virus corona, Jumat (6/3/2020). Dalam informasi yang dibagikan, virus corona dapat tertular melalui droplets atau percikan batuk atau bersin secara langsung maupun melalui perantara. Perantara yang dimaksud yakni bisa gagang pintu atau pegangan tangga.

Lewat laman Twitternya, Jokowi mengatakan pemerintah sudah sangat serius menghadapi kasus virus corona ini. Ia memberikan informasi mengenai virus mematikan tersebut. "Sebagaimana lebih 70 negara lain, virus korona telah menjangkiti beberapa warga kita.

Saya memahami keresahan yang timbul di masyarakat. Pemerintah sangat serius menghadapi kasus ini. Kita tentu bisa melaluinya dengan baik, bergandengan dengan masyarakat dunia," tulis Jokowi.

Diberitahukan, virus corona berasal dari hewan yang melompat ke manusia. Virus tersebut menular melalui percikan ludah dan ingus. "Corona adalah sejenis virus yang dapat menginfeksi hewan dan manusia, serta menyebabkan penyakit saluran pernapasan.

Virus corona berasal dari hewan yang melompat ke manusia, lalu terjadi penularan virus antarmanusia melalui percikan ludah dan ingus. Saat seseorang batuk atau bersin, bisa juga melalui perantara seperti gagang pintu atau pegangan tangga," ujar Jokowi dalam pernyataan resminya. Jokowi juga membeberkan segala persiapan yang telah dilakukan pemerintah.

Ia memastikan Indonesia siap menghadapi virus corona yang memiliki tingkat kematian sekitar 2 persen tersebut. Diungkapkannya, angka kematian virus corona lebih rendah dibandingkan SARS yang sekitar 10 persen atau MERS 35 persen. Persiapan yang diungkapkan yakni mengenai fasilitas kesehatan yang memadai.

"Pemerintah telah menyiapkan lebih dari 132 rumah sakit, dengan fasilitas sesuai standar internasional," ujarnya. Tak hanya itu, di bandara dan pelabuhan yang ada di Indonesia juga sudah dilengkapi dengan thermal scanner. "Semua bandara dan pelabuhan telah dilengkapi dengan thermal scanner.

Jokowi kemudian mengingatkan musuh terbesar Indonesia saat ini justru bukan virus corona, melainkan rasa panik, cemas dan ketakutan yang berlebihan. Selain itu, hoaks atau informasi bohong yang beredar luas terutama di media sosial juga menjadi musuh terbesar masyarakat. Ia lantas meminta masyarakat untuk memerangi hoaks di tengah virus corona yang mewabah.

"Yakinlah dengan fakta dan informasi dari sumber resmi, mari menggalang solidaritas bersama dan gotong royong menghadapinya," ujarnya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close