Travel

7 Tradisi Unik Menyambut Lebaran dari Berbagai Daerah Indonesia

Berbagai tradisi yang unik di beberapa daerah di Indonesia ketika akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain mudik, Lebaran di Indonesia juga disambut dengan melakukan berbagai kegiatan dan tradisi unik mulai dari Grebeg Syawal hingga Pukul Sapu. Tradisi Grebeg Syawal merupakan sebuah kegiatan turun temurun yang dilakukan oleh warga Yogyakarta untuk menyambut momen satu Syawal.

Grebeg Syawal adalah upacara adat keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang diselenggarakan tiap 1 Syawal penanggalan Hijriyah, atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Upacara ini biasanya dilangsungkan di sekitar Alun alun Utara Keraton Yogyakarta seusai dilaksanakannya sholat Idul Fitri berjama'ah. Tradisi Grebeg Syawal merupakan simbol Hajad Dalem (sedekah) serta kedermawanan Sultan kepada rakyatnya.

Inti upacara ini adalah pelepasan Gunungan Lanang yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Tumbilotothe adalah sebuah tradisi yang dilakukan untuk menyambut momen satu Syawal di Gorontalo. Tumbilo tohe adalah perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah rumah penduduk dan di jalan jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadan.

Perayaan ini dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Selain tradisi menyambut momen Lebaran, ada juga berbagai tradisi yang dilakukan saat lebaran. Seperti di Madura ada tradisi Tellasan Topak.

Tellasan topak atau biasa disebut dengan lebaran ketupat yang merupakan puncak perayaan Idul Fitri. Tradisi Tellasan topak biasanya dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Binarundak merupakan tradisi yang dirayakan saat Idul Fitri di Sulawesi Utara.

Ini adalah tradisi membakar nasi jaha bersama sama pada saat lebaran, kemudian memakannya ramai ramai. Binarundak merupakan salah satu jenis makanan khas di wilayah Bolaang Mongodow Raya, Provinsi Sulawesi Utara. Tradisi Bakar Ilo Sanggari dilakukan untuk menyambut momen Idul Fitri di Nusa Tenggara Barat.

Bakar Ilo Sanggari adalah semacam perayaan menyambut hari raya Idul Fitri dengan cara membakar Ilo Sanggari yang terbuat dari sebilah bambu. Bambu tersebut kemudian dililit dengan kain yang telah diberi minyak biji jarak pagar. Ilo Sanggari dipasang di beberapa titik dekat rumah, terutama halaman depan rumah agar mudah dinikmati keindahannya.

Ngejot adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali, dilakukan oleh umat Islam Bali saat Idul Fitri. Pada tradisi tersebut, umat Islam memberikan makanan kepada tetangga sebagai rasa terima kasih. Umat Hindu biasa melakukannya saat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan, namun umat Muslim di Kampung Islam Kepaon, Denpasar Selatan atau di Muslik Pegayaman di Kabupaten Buleleng, melakukan Ngejot kepada warga dan kerabat dekat menjelang atau pada Hari Raya Idul Fitri.

Pukul Sapu merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga Maluku untuk menyambut Idul Fitri. Tradisi ini berlangsung setiap tujuh syawal (penanggalan Islam) dimana telah berlangsung dari abad XVII yang diciptakan seorang tokoh agama Islam dari Maluku bernama Imam Tuni. Tradisi ini dipertunjukkan sebagai perayaan keberhasilan pembangunan masjid yang selesai dibagun pada tujuh syawal setelah Idul Fitri.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close