Internasional

Akhirnya Banjir Air Mata Seorang Ibu Bisa Bertemu Anaknya yang Sudah Meninggal Berkat VR

Sebuah program dokumenter baru saja dirilis oleh rumah produksi asal Korea Selatan, MBC Life. Dokumenter yang berjudul "I Met You" ini dirilis ke YouTube MBCLife pada Kamis, 6 Februari 2020 lalu. Dalam program tersebut, narasumber yang terdiri satu keluarga diajak untuk "bertemu" lagi dengan salah satu anggota keluarganya yang sudah meninggal dunia.

Dokumenter "I Met You" ini terdiri dari beberapa episode yang menampilkan kehidupan keluarga itu sehari harinya hingga proses saat "pertemuan" itu terjadi. Sudut pandang kisah ini diambil dari sisi Ja Jisung, seorang ibu yang telah kehilangan anak perempuannya karena sakit. Ja Jisung diajak oleh tim produksi untuk mencoba program VR (Virtual Reality).

Teknologi VR itu digunakan untuk mempertemukan kembali Ja Jisung dengan sang putri yang bernama Nayeon. Tim produksi sebelumnya telah melakukan riset mengenai Nayeon semasa hidup, termasuk soal makanan kesukaan hingga suaranya. Tingkah laku dan suara Nayeon diperoleh dari video video dan fotonya yang sempat direkam keluarga semasa hidupnya.

Lalu tim produksi menciptakan suara Nayeon melalui gabungan suara dari beberapa dubber anak yang digabungkan. Program VR lalu dibuat untuk "menghidupkan" kembali Nayeon agar bisa bertemu dengan sang ibu. Nayeon diketahui meninggal dunia pada saat berusia 7 tahun.

Kala itu tahun 2016, Nayeon mengidap penyakit langka yang sulit disembuhkan. Saat program VR ini selesai, dimulailah proses "pertemuan" Ja Jisung dengan sang putri. Ja Jisung yang mengenakan perlengkapan VR lengkap awalnya terlihat frustasi saat ingin mencoba menyentuh Nayeon virtual yang berada di hadapannya.

Tangis Ja Jisung pun pecah saat dirinya hanya bisa melihat Nayeon virtual itu tanpa bisa benar benar menyentuhnya. "Nayeon ku, Nayeon..bagaimana kabarmu? Ibu sangat merindukanmu," ujar Jisung sambil menangis. "Aku ingin memelukmu, aku sangat merindukanmu Nayeon," sambung Jisung sambil mencoba meraih Nayeon ke dalam pelukannya.

Untuk beberapa saat, Jisung terlihat menangis sambil terus mencoba untuk bisa menyentuh Nayeon. Sementara itu keluarga Jisung yang menyaksikan program simulasi VR ini di ruangan yang terpisah juga ikut menangis. Melalui VR ini, Jisung bisa berinteraksi dengan Nayeon walaupun tidak bisa menyentuhnya secara nyata.

Nayeon lalu mengajak ibunya untuk bermain di taman virtual yang sudah dirancang oleh tim produksi. Lalu Nayeon juga mengajak Jisung untuk merayakan ulang tahunnya. Nayeon meminta Jisung untuk duduk di depan meja yang sudah terjasi kue ulang tahun dan makanan lainnya.

Mereka berdua lalu menyanyikan lagu "selamat ulang tahun" dalam bahasa Korea. Suami Jisung yang menyaksikan VR ini dari ruangan lali juga ikut berkomentar soal hidangan yang tersaji di "acara ulang tahun" itu. Menurut ayah Nayeon, kue berwarna warni yang tersaji itu mirip dengan kue beras kesukaan anaknya.

Semasa hidup, ayah Nayeon mengungkapkan anaknya itu sangat ingin makan kue beras itu dalam jumlah yang banyak. 'Nayeon ingin makan itu semua, dia ingin makan banyak sekali di samping kue beras itu. Tapi kamu tak bisa memberikan itu untuknya," ujar ayah Nayeon.

Setelah menyanyikan lagu "selamat ulang tahun", Nayeon terlihat mengucapkan beberapa harapannya. "Aku berharap agar ayah berhenti merokok. Aku harap kedua kakakku berumur panjang, aku juga berharap So Jung tidak sakit.

Tolong jangan buat ibu menangis," ujar Nayeon. Nayeon dan Jisung lalu meniup kue ulang tahunnya. Setelah meniup kue ulang tahun, Nayeon memakan sup rumput laut yang biasa disajikan di Korea saat perayaan ulang tahun.

"Sup rumput lautmu memang yang terbaik bu," ujar Nayeon. "Iya, kamu memang suka sup rumput laut buatanku, ternyata kamu masih menyukainya," balas Jisung sambil tersenyum. Sementara itu kakak Nayeon yang ikut menyaksikan VR ini juga menangis saat melihat adiknya memakan sup rumput laut.

Setelah merayakan ulang tahun, Nayeon terlihat berlarian di sekitar taman. Sedangkan Jisung berdiri sambil memperhatikan putrinya itu dari kejauhan. Nayeon lalu berlari menghampiri ibunya sambil membawa seikat bunga.

Saat "menerima" bunga dari Nayeon, Jisung tertegun menahan haru. Seolah menyadari sikap ibunya itu, Nayeon lalu bertanya tentang kondisinya. "Ini (sambil menyerahkan bunga)," ujar Nayeon.

"Lihat bu, aku sudah tidak sakit lagi," sambungnya. "Ya, kau tidak seharusnya sakit, kau tidak boleh sakit," jawab Jisung. "Ibu apa kau sedih? Ibu jangan menangis," ujar Nayeon.

Setelah itu Jisung mengungkapkan bahwa dirinya tak akan menangis lagi. Jisung juga mengungkapkan dirinya tak akan meratapi kepergian Nayeon lagi dan hanya akan mencintainya. "Aku akan lebih mencintaimu," ujar Jisung.

VR ini berakhir saat Nayeon beranjak ke tempat tidur. Sebelum tidur, Nayeon sempat membacakan surat untuk ibunya. Nayeon berkata jika ia akan selalu bersama dengan sang ibu.

Dia juga ingin bisa bermain lagi kelak jika dipertemukan kembali dengan sang ibu. Jisung lalu berkata dirinya sangat mencintai Nayeon. Jisung juga berkata dimanapun Nayeon berada, ia akan selalu mencari putrinya itu.

Di akhir pesannya, Jisung mengungkapkan bahwa masih banyak hal yang harus ia lakukan, dan saat semuanya sudah selesai, ia akan menyusul dan kembali berkumpul dengan Nayeon. "Kita akan bersama sama lagi, ibu mencintaimu Nayeon," ujar Jisung. Virtual Nayeon lalu tertidur dan ia berubah menjadi cahaya berbentuk kupu kupu.

Saat melihat Nayeon berubah menjadi cahaya kupu kupu, Jisung mengucapkan selamat tinggal dengan tenang. Rupanya VR ini berhasil membuat Jisung mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya, seperti yang diharapkan sebelumnya melalui program ini. Sejak diunggah, dokumenter "I Met You" ini telah ditonton sebanyak lebih dari 12 juta kali.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close