Bisnis

BPJS Watch Sebut Peserta Akan Ogah Ogahan Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyebutkan, peserta mandiri akan ogah ogahan bayar iuran BPJS Kesehatan akibat ada kenaikan per 1 Januari 2020. Timboel menjelaskan, naiknya iuran 100 persen ini juga membuat peserta mandiri memiliki keinginan untuk turun kelas perawatan menjadi kelas 3. Saat ini, fasilitas kelas 3 BPJS Kesehatan memang masih banyak diisi oleh rakyat miskin, sehingga akan menyebabkan peserta non aktif semakin meningkat.

Ia menyarankan agar mereka dapat dibantu pemerintah dalam kategori penerima bantuan iuran (PBI) meski kuotanya sekarang masih terbatas. "Seharusnya pemerintah mempertimbangkan masukan DPR yang meminta iuran kelas 3 tidak naik sampai selesainya proses pembersihan data PBI," kata Timboel. Timboel menambahkan, latar belakang persoalan utama yakni Perpres Nomor 75 di Pasal 34 yaitu tentang kenaikan iuran peserta PBPU atau peserta mandiri yang sedemikian besarnya.

"Iuran kelas 3 menjadi Rp 42.000, kelas 2 Rp 110.000, dan kelas 1 Rp 160.000. Kenaikan ini sangat memberatkan peserta mandiri yang akan berakibat pada keinginan membayar dan kemampuan membayar yang menurun," pungkasnya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close