Nasional

dan Handuk Topi Rimba Caping ‘Lengket’ dengan Kaos Penampilan Susno Duadji Setelah Jadi Petani

Ingat Susno Duaji mantan Kabareskrim yang kontroversial dengan 'cicak dan buaya'? Kini 'lepas seragam', Susno Duadji sibuk menjadi petani. Lihat penampilan Susno Duadji kini menjadi petani!

Sosok Susno Duadji yang jadi sorotan karena berwajah sangar dan melontarkan ''cicak vs buaya', kini lebih memilih jadi petani. Susno Duadji adalah sosok yang kerap muncul di televisi Indonesia. Susno Duadji dikenal dengan ungkapan yang kontroversial, 'cicak vs buaya'.

Istilah tersebut viral sekitar tahun 2009 merujuk pada KPK dan Polri. Kini, Susno Duadji telah melepas seragamnya. Susno Duadji pun telah disibukkan dengan kegiatan yang menjadi hobinya.

Ternyata Susno Duadji asyik bertani berbagai macam jenis tumbuhan. Mulai dari karet, kopi, cabai, dan masih banyak lagi. Penampilannya yang dulu yang sangar dan parlente pun berganti dengan penampilan yang kasual.

Kini Susno Duadji 'lengket' dengan kaos, caping, topi rimba, dan handuk yang melingkar di bahunya. Seperti apa penampilannya? SusnoDuadji<span ></span>mantan<span ></span>KapoldaJabar<span ></span>pada 2008.

Setelah bertugas di Jawa Barat,<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>kemudian menjadi sebagai<span ></span>KabareskrimPolri. Sosoknya memang terkenal, pria kelahiran Pagar Alam, 1 Juli 1954 ini pada masa jayanya kerap muncul di layar kaca. Susno Duadji bahkan makin terkenal ketika melontarkan istilah yang hingga kini kerap dipakai.

Istilah tersebut adalah Cicak vs Buaya. Saat itu, pada 2009, istilah tersebut pun viral. Ujungnya menjadi kasus yang menyita perhatian publik, yakni gesekan antara dua institusi besar, yaitu Polri dan KPK. Setelah melepaskan seragamnya, kini kehidupan<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>tampak banyak yang berubah.

Sang jenderal kini bekerja sebagai seorang petani. Dilihat dari akun Instagram, ia kerap membagikan momen kesehariannya yang bekerja di<span ></span>kebun. Seperti pada postingannya pada 20 Oktober 2019.

Ia membagikan fotonya saat berada di<span ></span>kebun<span ></span>karet. Ia menjelaskan,<span ></span>kebun<span ></span>karet merupakan<span ></span>kebun<span ></span>miliknya di kampung halamannya di Pagar Alam, Sumateran Selatan. Namun, pekerjaannya kini sebagai petani ternyata tak bisa dianggap remeh.

Sebagai petani, nilai hasil panen ternyata bisa naik juga turun. Ia mengaku, sudah menanam pohon karet itu sekitar 10 tahun. Namun, bisa menikmati harga bagus dari hasil panen karet hanya beberapa tahun saja.

Kini, menurutnya, harga karet justru makin anjlok. "Oh karet mengapa kau mengkret,,, Kapan harga mu pulih,,,,

Semoga kau buat petani senyum lagi," tulis<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>pada keterangan videonya. Pada postingan sebelumnya, ia pun membagikan foto fotonya saat menyadap karet. Pada keterangan fotonya,<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>menyebut turunnya harga karet kini dibawa Rp 7 ribu.

"Oh,,,karet mengapa harga mu mengkret ,,, Dari rp 22,500 6 thn lalu sekarang posisi di bawah rp 7,000 ,, Kapan bangkit lagi,,, rakyat menunggu,, dan menunggu," tulisnya.

Selain<span ></span>kebun<span ></span>karet,<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>pun memiliki<span ></span>kebun<span ></span>kopi. "Phon kopi yg subur akan banyak batang nya yg berasal dari tunas, Supaya buahnya maka batang hrs disisakan maksimal sisa 2 batang, batang atau tunas yg lain hrs dibuang," tulis<span ></span>SusnoDuadji.

Selain itu, ada pula sejumlah tanaman lain yang juga tumbuh di<span ></span>kebun kebunnya. Walaupun dirinya mampu berkarier menjadi perwira tinggi polisi,<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>memilih ikuti jejak keluarga pada masa tuanya. Setelah pensiun, ia menjalani hari harinya sebagai seorang petani.

Menurutnya, bertani merupakan cita citanya setelah melepas seragam polisinya. Hal ini disampaikan<span ></span>SusnoDuadji<span ></span>melalui akun Facebook nya. "Siapa bilang bertani itu harus selalu identik dengan panas terik, kotor dan sebagai nya yang tidak enak,

Bertani itu enak, sehat, selalu akrab dengan alam, udara segar asri , Menyehatkan badan baik phisik maupun phsikis,, Jauh dari hiruk pikuk politik, kekuasaan ,

Berada di lingkungan petani kampung sangat nikmat ; Polos, lugu dan apa ada nya, tidak bicara A maunya X, dst, ya itulah dunia pedesaan, tak ada maksud tersembunyi,,, Tumbuhan apa pun kalau kita dekati dengan kasih sayang maka dia akan tumbuh subur, segar, sehat dan bunga nya bagus, buahnya lebat,,

Ternyata tumbuhan pun akan memberikan respon yang baik manakala diberikan sentuhan kasih sayang,, Ya memang saya terlahir dari suatu keluarga di pedesaan yang sehari hari nya adalah petani kecil ; Sehingga begitu memasuki usia pensiun saya kembali ke habitat sebagai petani kecil di pedesaan, memang inilah cita cita saya,,

Dan akhirnya kenikmatan hidup di masa tua sebagai petani saya temukan,, Dunia tani manakala ditekuni dan dikelola dengan baik, dengan perhitungan dan menanam tanaman yang ekonomis , Variatif maka hasilnya lumayan bagus, tidak kalah amat dengan aparat pegawai negeri,,

Dan yang lebih mahal harganya adalah ; hidup tenang dan sehat, bahagia lahir batin, Semoga ke depan ; generasi muda Indonesia mencintai dan mau terjun di bidang pertanian, Dan pertanian dikelolah dengan tehnologi memanfaatkan mesin, dll

Indonesia kelak akan maju dan mendapat devisa yang banyak manakala pertanian diarahkan menjadi ; Agro bisnis, agro indistri, dan agro wisata,,, contoh Thailand, Vietnam,, Semoga ,,,

Susno Duadji," tulisnya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close