Nasional

Densus 88 Amankan Busur Panah Dari Rumah Pasangan Suami Istri Terduga Teroris di Sragen

Densus 88 Antiteror Polri menyita sejumlah barang bukti dari rumah yang ditempati pasangan suami istri terduga teroris di Desa Jati, Kecamatan Masar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019). Kepolisian langsung menggeledah rumah yang dihuni pasangan suami istri berinisial AA dan NV tidak lama setelah penangkapan. Ketua RT setempat, Rusmanto mengaku ikut menyaksikan jalannya penggeledahan rumah yang ditempati AA dan istrinya.

Rumah tersebut adalah milik Slamet, orangtua AA. Selain dirinya, jelas Rusmanto, ada dua warga lain yang juga diminta petugas untuk ikut menyaksikan penggeledahan. "Kurang lebih ada sembilan item barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan," kata Rusmanto di Sragen, Jawa Tengah, Rabu. Barang barang yang disita itu di antaranya busur panah, parang, ijazah, telepon genggam, dan buku buku.

Semua barang bukti itu dibawa petugas dan dimasukkan ke mobil. Rusmanto mengatakan, AA dan istrinya sudah lama tinggal di Masaran, Sragen. Di lingkungan masyarakat, AA dikenal sebagai sosok warga yang ramah dan rajin beribadah.

Sehingga warga pun kaget setelah polisi menangkap AA dan istrinya karena diduga terlibat dalam jaringan teroris. "Dia (AA) rajin sembahyang. Sama masyarakat juga tidak ada gejolak apa apa," terangnya. Menurutnya tidak banyak warga yang mengetahui apa pekerjaan AA di rumah.

Meski di depan rumah AA ada gerobak, katanya milik orang lain. "Orangnya sering di rumah. Tapi pekerjaannya apa pada tidak tahu. Itu ada gerobak milik orang," ujarnya. Seperti diberitakan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap suami istri terduga teroris di Desa Jati, Kecamatan Masar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, pasutri yang ditangkap berinisial AA dan NV. Keduanya merupakan warga RT 008, Desa Jati, Masaran. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. AA ditangkap di bengkel Pasar Masaran saat membeli suku cadang sepeda motor.

Sedangkan istrinya, NV ditangkap di rumah. Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga teroris pasutri di Masaran. Terkait penangkapan itu, pihaknya tidak dapat menyampaikan lebih detail karena itu kewenangan Densus 88.

"Polres hanya diminta untuk membantu pengamanan. Untuk lain lainnya langsung sama mabes," ujarnya. Suami istri di Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ditangkap olehDensus88AntiterorMabes Polri pada Rabu (16/10/2019) siang. Pasangan suami istri bernama Abdul Aziz dan Novi tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda.

Abdul Aziz ditangkap di sebuah bengkel di Pasar Masaran sekitar pukul 13.00 WIB. Yuni (49), pemilik bengkel kaget atas penangkapan Aziz tersebut. Dia menyaksikan langsung bersama karyawannya yang melayani pembelian knalpot.

"Saya bingung, cepat banget kejadiannya tidak ada lima menit. Saya kira masnya bercandaan sama temannya. Aziz ke bengkel milik Yuni mengendarai sepeda motor.

Dia mengaku baru kali pertama melihat Aziz yang ternyata adalah tetangga di kampung. "Penangkap cuma bilang kalau ini kasus radikalisme. Ada dua mobil mungkin, ya, yang menangkap juga memakai baju biasa.

Jumlahnya banyak sekali, ada 20 an (petugas) sepertinya," lanjut dia. Aziz ditangkap tanpa perlawanan. Petugas yang melakukan penangkapan juga tidak terlihat menggunakan senjata.

Beberapa jam berselang istri Aziz, Novi, juga diamankan Densus 88 di rumahnya. Penangkapan Novi disaksikan Ketua RT 08, Rusmanto. Rusmanto bersama tiga warganya menyaksikan penggeledahan rumah Aziz.

Petugas kemudian membawa Novi pergi. "Tadi saya ke sana bersama tiga warga menyaksikan penggeledahan. Kurang lebih ada delapan barang yang disita," kata Rusmanto.

Barang barang tersebutadalahbusur dananak panah, pisau sepanjang 60 cm lebar 20 cm beserta wadahnya, ponsel, ijazah, buku buku, dan kertas kertas. "Aziz memang anak asli sini, kalau istrinya kami kurang tahu. Pasalnya Aziz datang tiba tiba bawa istri, surat surat kami juga tidak dikasih tahu," terang Rusmanto.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close