Metropolitan

Diisolasi menuju Natuna Gunakan 3 Pesawat TNI Detik-detik WNI dari Wuhan Turun Pesawat Batik Air

Pesawat BatikAiryang angkut 238 WNI dari Wuhan, China, mendarat di Bandara HangNadimBatam, Minggu (2/2/2020) pukul 08.40 WIB. Setibanya di bandara, mereka pindah menuju 3 unit pesawat evakuasi milik TNI AU jenis Hercules C130 dan Boeing 737 400 milik TNI AU. Dari informasi yang dihimpun, ratusan WNI dari Wuhan akan diperiksa lebih dulu kesehatannya, sebelum diterbangkan ke Natuna.

Sebelum pindah, 238 WNI sejak di dalam pesawat Batik Air lebih dulu disemprotkan disinfektan antivirus oleh petugas, sebelum menjalani evakuasi lanjutan. Proses tersebut berlangsung kurang lebih 10 menit, kemudian dilanjutkan evakuasi penurunan penumpang. Bahkan,saat keluar pintu pesawat mereka kembali disemprot vaksin.

Diperkirakan proses evakuasi berlangsung kurang lebih selama 60 menit hingga diberangkatkan menuju Natuna. Mereka akan diangkut menggunakan 3 unit pesawat evakuasi milik TNI AU berjenis Hercules C130 dan Boeing 737 400. Kepala Dinas Operasi LanudHangNadimBatamMayor Wardoyo mengatakan tiga pesawat dipersiapkanatas perintah Presiden Jokowidan Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto.

"Mereka tidak turun lagi ke bandara, dari pesawat ke pesawat dan langsung diterbangkan ke Natuna," kata Wardoyo di ruang VVIP BandaraHangNadim. Pesawat TNI AU yang akan angkut WNI sudah tiba di Bandara Hang Nadim Batam sejak Sabtu (1/2/2020) malam sekitar 20.36 WIB. Diawalidengankedatangan Pesawat Hercules C130, menyusulBoeing 737 400 milik TNI AU.

Ketiga pesawat tersebutterparkir rapi melakukan pengisian bahan bakar. Terlihat juga petugas kesehatan dan anggota TNI AU sedang sibuk menurunkan barang dari pesawat yang tiba tersebut. Sementara itu pada hari yang sama tampak pasukan Brimob Polda Kepri sudah berada di ruang tunggu VIP BandaraHangNadim.

Dansat Brimob Kombes Mohammad Hendra Salipu menjelaskan, kedatangannyabersama pasukan untuk mengirimkan bantuan ke Polres Natuna. Ada sekitar 120 an pasukan yang akan dikirim ke Polres Natuna untuk melakukan pengamanan. "Adanya permintaan bantuan pengamanan oleh Polres Natuna," ujarnya

Tidak hanya itu terlihat juga anggota dari Bidokkes Polda Kepri juga berada di ruang tunggu VIP Bandara Hang Nadim. Pada Sabtu, Satuan Brimob Polda Kepri menggelar apel peralatan dan perlengkapan Alsus Sub Detasemen Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) Sabtu (1/2/20). Gelar pasukan itu untuk antisipasi apabila peralatan tersebut tiba tiba dibutuhkan untuk hal hal tertentu, misalnya untuk penangananvirusCorona.

"Kami hari ini laksanakan apel kesiapan, apabila nanti diperlukan untuk penangananvirusCorona," ujarnya. Sampai saat ini pasukan Brimob Polda Kepri masih berada di diruang tunggu VIP BandaraHangNadim. Sejumlah warga Natuna sudah mulai cemas dan ketakutan, spontan mereka mendatangi Gedung DPRD Natuna, Jumat (31/1/2020) malam.

Mereka berharap agar rencana Natuna sebagai wilayah untuk mengisolasi WNI dari Wuhan dibatalkan. Agus mengatakan pada dasarnya warga Natuna meminta agar lokasi karantina tidak dilakukan di Natuna. "Kami sepakat menolak keras rencana pemerintah pusat ini," kata Agus, warga setempatseperti dilansir Kompas.com.

Menurut Agus, Natuna merupakan pulau kecil dan padat penduduk, hal itulah yang menjadi kekhawatirannya jika dilakukan proses karantina di Natuna. Senada diungkapkan anggota DPRD Kepri asal Natuna, Hadi Chandra. Iameminta agar kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan Natuna sebagai wilayah karantina ditinjau ulang.

"RSUD di Natuna fasilitas medis dan sarana pendukung tidak memadai, jadi bagaimana bisa RSUD Natuna dijadikan sebagai tempat untuk karantina WNI dari Wuhan," ujar dia. Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Natuna, Deprizal yang dihubungi membenarkan dua menteri dan Kepala BNPB di Natuna, Jumat (31/1/2020) sore. Ia tidak mengetahui secara pasti kehadiran dua menteri dan Kepala BNPB tersebut, karena memang tidak ada pemberitahuan surat resmi ke Pemkab Natuna.

"Sampai saat ini belum ada surat masuk, tapi kami hanya mendapat kabar kehadiran para menteri dan Kepala BNPB ke Natuna," kata Defrizal, Sabtu (1/2/2020). Surat pemberitahuan dari Kemenkes terkait Natuna akan dijadikan lokasi isolasi beredar. Selain RSBP Batam, RSUD Embung Fatimah, RSUD Natuna juga ditunjuk sebagai lokasi karantina sementara para WNI. Untuk karantina di RSUD Natuna, beredar surat yang ditandatangani pejabat dari Kemenkes.

Kemarin, Ketua DPR RI Puan Maharani menjelaskan WNI yang dievakuasi akan menjalani isolasi selama 16 hari. “Akan diisolasi 16 hari di Kepulauan Riau dekat dengan Natuna,” kata Puan di Balairung Universitas Indonesia, Beji, Kota Depok,Sabtu (1/2/2020). Menurut laporan yang ia terima saat ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah bertolak ke Pulau Natuna.

Puan berujar nantinya seluruh orang yang ada di lokasi isolasi akan mengikuti prosedur yang sangat ketat. “Kemudian tentu saja mengikuti prosedur isolasi untuk menjaga kesehatan mereka hingga tak ada indikasi penularan virus tersebut,” ujarnya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close