Metropolitan

Empat Paman di Pondok Aren Keroyok Seorang Pemuda Hingga Babak Belur Geram Keponakannya Dihamili

Seorang pemuda di Pondok Aren, Tangerang menjadi korban pengeroyokan. Korban bernama Wawan (21) tahun melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Aparat Polsek Pondok Aren pun bergerak cepat melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan yang menimpa Wawan.

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Rabu (31/10/2019). Pihak keluarga kesal terhadap Wawan karena menghamili SW di luar nikah. Padahal saat itu Wawan sudah beritikad baik mendatangi rumah pacarnya di bilangan Parigi Baru, Pondok Aren, untuk membicarakan pernikahan.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto, mengatakan, pihaknya mendapati posisi pelaku pengeroyokan yang tidak lain keluarga SW sedang berada di Ciledug, Tangerang. Tim Resmob yang dipimpin Kanit Reskrim Pondok Aren, Iptu Hitler Napitupulu langsung menuju lokasi. Saat ditangkap, para keluarga dari SW itu tidak mengelak. Mereka mengakui telah mengeroyok Wawan.

Tindakan yang awalnya dianggap heroik karena telah membuat babak belur orang yang telah menghamili SW itu justru berbalik membuat mereka mendekam di sel tahanan. Afroni mengatakan, pelaku pengeroyokan itu ada empat orang, mereka mengaku sebagai paman dari SW. Nama nama pelaku pengeroyokan itu adalah Jamroni (37), Ahmad Yasin (33), Yudianto (20) dan Andi Susanto (34).

"Dari keterangan pelaku mengakui telah melakukan pengeroyokan kepada korban (Wawan), kemudian pelaku dibawa ke Polsek Pondok Aren untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan," ujarnya. Kehamilan wanita berinisial SW (21) menggegerkan keluarga dan warga di kampungnya di bilangan Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Saat diketahui SW hamil lantaran ulah pacarnya yang bernama Wawan (21), Keluarga tambah meradang.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto, mengatakan, orang tua SW sempat menyambangi kediaman Wawan, Selasa (30/10/2019). Tetapi saat itu Wawan sedang tidak berada di rumahnya. Keesokan harinya, Selasa (31/10/2019), Wawan datang ke rumah pacarnya, SW, menyambut undangan untuk membicarakan pernikahan demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, lima orang keluarga SW, yang tidak lain adalah pamannya, sudah berjaga di luar rumah. Melihat Wawan sebagai sosok yang menghamili keponakannya, lima paman itu gelap mata dan mengeroyok Wawan hingga babak belur. "Akibat pengeroyokan tersebut Korban mengalami luka dibagian mata sebelah kanan robek, luka robek dibagian kepala atas sebelah kanan, dagu robek, bibir atas robek, badan pada memar dan bengkak, kaki biru dan bengkak akibat ditendang dengan kaki," papar Kapolsek.

Tak terima dengan perbuatan itu, Wawan melapor ke Polsek Pondok Aren. Aparat yang menerima laporan tersebut pun melakukan penyelidilan dan menciduk para pelaku pengeroyok Wawan.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close