Metropolitan

Gegara Sosok Ini Terungkap Alasan Korban Bersedia Maafkan & Damai dengan Anak Bupati Majalengka

Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka, menjadi sorotan karena ulahnya mencelakai orang. Irfan Nur Alam diketahui menembak seorang kontraktor bernama Panji Pamungkas. Peristiwa penembakan tersebut terjadi di kawasan Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, Minggu 10 November 2019.

Menurut penuturan korban, Panji, penembakan terjadi ketika dirinya hendak menagih uang proyek kepada Irfan Nur Alam. Panji pun mengaku bahwa Irfan Nur Alam sempat menodongkan senjata ke arahnya dan terdengar letusan tembakan. Namun tembakan pertama, Panji bisa mengelak sehingga peluru mengenai paha seseorang yang disebut sebagai orang Irfan Nur Alam.

Panji yang sempat melaporkan Irfan Nur Alam ke pihak kepolisian akhirnya sepakat berdamai. Bukan tanpa alasan Panji Pamungkas bersedia menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Kini terungkap alasan mengapa Panji Pamungkas bersedia damai.

Ternyata gara gara sosok ini juga yang membuat Panji Pamungkas memilih mencabut laporan. Sabtu (16/11) Panji, korban penembakan<span ></span>senjata api<span ></span>oleh Alam itu, datang ke Mapolres<span ></span>Majalengka<span ></span>untuk mencabut laporannya. Iran Nur Alam yang seorang PNS itu ternyata putra orang paling berpengaruh saat di<span ></span>Majalengka.

Ayahnya bukan orang sembarangan. Panji datang bersama beberapa rekannya ke Mapolres<span ></span>Majalengka<span ></span>tepatnya ke Kantor Sat Reskrim sekitar pukul 01.40 WIB. Setelah beberapa saat, Panji keluar beserta Penasehat Hukum tersangka.

Penasehat Hukum Irfan, Dadan Taufik menjelaskan, alasan pihak korban datang ke Mapolres<span ></span>Majalengka, ingin mencabut gugatan dan mendelegasikan perdamaian. Dia juga menjelaskan,pihak Panji bersedia berdamai dan saling sadar untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara keduanya. "Ini kan awalnya salah paham saja, jadi ketika sudah saling sadar maka kran pertemanan kembali terbuka," ujar Dadan, Sabtu (16/11/2019) dini hari.

Lanjut Dadan, terkait penahanan tersangka, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwajib. Ia menyebut, persoalan itu sudah berada di luar ranahnya. "Nah soal masih penahanan, nanti biar kepolisan yang menjawab ya," ucap dia.

Kini, keduanya telah menandatangani kesepakatan untuk berdamai sekaligus, mencabut gugatan perkara Panji. Sementara, sang korban, Panji Pamungkasandi mengatakan, alasan dirinya untuk berdamai dengan pihak tersangka, yakni sudah mengikhlaskan perkara tersebut. Dengan kejadian yang menimpanya, kata dia, membuat pekerjaan dirinya merasa terganggu.

"Bismillah saja, saya resmi sudah mencabut gugatan saya," kata Panji. Lanjut Panji, alasan kenapa dirinya mencabut gugatan tersebut, yakni melihat sosok keayahan pada sikap Karna Sobahi yang tak lain Ayah Irfan. "Saya sudah ikhlas, dan saya melihat sosok ayah Karna Sobahi dan saya cape lah untuk meneruskan kasus ini, pekerjaan juga terganggu karena bolak balik dipanggil," ujarnya.

Usai menyatakan perdamaian, kedua belah pihak kemudian meninggalkan Mapolres<span ></span>Majalengka. Sebelumnya, Irfan Nua Alam yang merupakan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab<span ></span>Majalengka<span ></span>ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka penembakanterhadap kontraktor asal Bandung pada Sabtu (16/11) dini hari. Penahanan dilakukan setelah anak Bupati<span ></span>Majalengka<span ></span>itu menjalani pemeriksaan seama sembilan jam di Satreskrim Polres<span ></span>Majalengka.

Penasihat Hukum tersangka, Kristiwanto, mengatakan selama pemeriksaan, Irfan dicecar sebanyak 26 pertanyaan. Kristiwanto mengatakan, kini kliennya tersebut telah resmi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh para penyidik. Sebab, itu merupakan hak subyektivitas proses penyidik, untuk memperlancar proses penyidikan sementara ditahan.

"Ditahan dalam arti apa, biar proses penyidikan ini berjalan cepat dan lancar," ujar Kristiwanto, Sabtu (16/11/2019). Lanjut dia, terkait penahanan ini, pihaknya sebagai Penasehat Hukum akan melakukan upaya pengajuan surat penangguhan. Hal ini, kata dia, merupakan hak kliennya untuk mengajukan penangguhan tersebut.

"Faktanya apa, klien kami koorperatif," ucap dia. Kristiwanto menyebutkan, ada beberapa alasan kliennya tersebut mengajukan penangguhan penahanan. Dia mengatakan, beberapa alasannya, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan.

"Barang sudah disita, klien kami koorperatif dan tidak akan melarikan diri. Itulah yang akan dijadikan alasan kita untuk mengajukan surat pengajuan penangguah pertahanan," kata Kristiwanto. Sebelumnya, pemanggilan anak kedua Bupati<span ></span>Majalengka<span ></span>itu terkait kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi yang terjadi di Ruko Taman Hana Sakura, Minggu (10/11) malam. Panji yang dianggap menjadi korban, awalnya menagih utang proyek perizinan pembangunan SPBU kepada terduga pelaku yang mengarah ke<span ></span>Irfan Nur Alam.

Setelah proses penagihan,<span ></span>Irfan Nur Alam<span ></span>mengeluarkan<span ></span>senjata api<span ></span>pistol berkaliber 9 milimeter jenis peluru karet, hingga membuat korban tertembak dan mengalami luka pada bagian telapak tangan kiri. Polisi pun menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan<span ></span>senjata api<span ></span>dengan hukuman 5 tahun 6 bulan. Anak ke 3 Bupati<span ></span>Majalengka, Iman Nurmansyah mendampingi sang kakak,<span ></span>Irfan Nur Alam<span ></span>yang merupakan tersangka kasus penembakan terhadap kontraktor, Jumat (15/11/2019).

Iman Nurmansyah merupakan adik kandung<span ></span>Irfan Nur Alam, yang kini sedang diperiksa oleh penyidik. Adik ke 3 dari 5 bersaudara itu, ternyata datang terlebih dahulu sebelum kedatangan tersangka. Dengan menggunakan kemeja warna merah, Iman didampingi oleh Ketua KONI<span ></span>Majalengka, Bakti Anugrah.

Saat ditemui, Iman Nurmansyah mengatakan bahwa dirinya datang ke Mapolres<span ></span>Majalengka<span ></span>untuk memberikan dukungan untuk kakaknya tersebut. Iman Nurmansyah berharap, saat dilakukan pemeriksaan oleh para penyidik,<span ></span>Irfan Nur Alam<span ></span>bisa melewatinya dengan tegar. "Saya tentunya sebagai adik mendukung penuh dan suport atas kasus yang menimpa Kaka saya, semoga berjalan lancar," ujar Iman Nurmansyah, Jumat (15/11/2019).

Sebelumnya, anak kedua Bupati<span ></span>Majalengka<span ></span>itu dipanggil terkait kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi yang terjadi di Ruko Taman Hana Sakura, Minggu (10/11/2019) malam. Panji Pamungkasandi yang dianggap menjadi korban, awalnya menagih utang proyek perizinan pembangunan SPBU kepada terduga pelaku yang mengarah ke<span ></span>Irfan Nur Alam. Setelah proses penagihan,<span ></span>Irfan Nur Alam<span ></span>mengeluarkan<span ></span>senjata api<span ></span>pistol berkaliber 9 milimeter jenis peluru karet, hingga membuat korban tertembak dan mengalami luka pada bagian telapak tangan kiri.

Polisi pun menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan<span ></span>senjata api<span ></span>dengan hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan. Masuk Lewat Pintu Belakang Irfan Nur Alam, tersangka kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung tiba di Mapolres<span ></span>Majalengka<span ></span>sekitar pukul 13.45 WIB, Jumat (15/11/2019).

Namun, kedatangan tersangka tidak diketahui oleh para awak media yang telah menunggu di depan Kantor Satreskrim Polres<span ></span>Majalengka. Hal ini dibenarkan oleh penasehat hukum Irfan, Dadan Taufik setelah ditemui saat keluar seorang diri dari pintu masuk belakang. Menurutnya, Irfan telah tiba dan kini sedang diperiksa oleh para penyidik.

"Sudah, sudah ada di dalam," ujar Dadan, Jumat (15/11/2019). Namun, saat diminta keterangan terkait menghindari awak media, Dadan enggan berkomentar. Ia justru langsung beranjak pergi dan meninggalkan awak media.

"Tunggu saja, masih diperiksa," ucap dia. Sebelumnya, pemanggilan tersebut terkait kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi. Panji yang dianggap menjadi korban, awalnya menagih utang proyek perizinan pembangunan SPBU kepada terduga pelaku yang mengarah ke IN.

Setelah proses penagihan, IN mengeluarkan<span ></span>senjata api<span ></span>pistol berkaliber 9 milimeter jenis peluru karet, hingga membuat korban tertembak dan mengalami luka pada bagian telapak tangan kiri. Polisi pun menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan<span ></span>senjata api. Salah satu Penasehat Hukum<span ></span>Irfan Nur Alam, Dadan Taufik tiba di Polres<span ></span>Majalengka, Jumat (15/11/2019).

Kehadirannya, seiring dengan ditetapkannya anak Bupati<span ></span>Majalengka,<span ></span>Irfan Nur Alam<span ></span>atas kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi. Ia tiba pada pukul 09.40 WIB dan memasuki ruangan Pidum 3 di kantor gedung Satreskrim Polres<span ></span>Majalengka. Saat dimintai keterangan pascakeluar dari ruangan tersebut, Dadan mengatakan bahwa dirinya hadir atas undangan dari Polres<span ></span>Majalengka.

Menurutnya, ia mendapatkan undangan itu untuk hari ini, pada pukul 09.00 WIB. "Saya ke sini dalam rangka memenuhi undangan, soalnya kan diundang jam 09.00 WIB. Saya juga di sini sebagai pendamping klien saya," ujar Dadan, Jumat (15/11/2019). Terkait belum hadirnya<span ></span>Irfan Nur Alam, Dadan menjelaskan bahwa kliennya itu akan hadir setelah solat Jumat.

Dijelaskan dia, kliennya tersebut tidak ada kendala terkait undangan yang telah dilayangkan oleh Polres<span ></span>Majalengka. "InsyaAllah hari ini datang, sekarang kan waktunya pendek, tahan dulu lah, setelah Jumatan. InsyaAllah Irfan tidak ada halangan," ucap dia. Sementara, Kasat Reskrim Polres<span ></span>Majalengka, M Wafdan Muttaqin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menunggu sampai tersangka datang ke Polres<span ></span>Majalengka.

Di sampaikan dia, pihaknya akan terus menunggu hingga sore hari ini. "Jadi kami masih menunggu, untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami kabarin kembali, ya pokoknya kami masih menunggu, mungkin yang bersangkutan hari ini ada kegiatan atau bagaimana untuk hari ini. Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres<span ></span>Majalengka<span ></span>kini telah menetapkan anak Bupati<span ></span>Majalengka, Karna Sobahi sebagai tersangka. Anak kedua Bupati tersebut ditetapksan sebagi tersangka kasus penembakan terhadap kontraktor setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi. Kapolres<span ></span>Majalengka, AKBP Mariyono melalui Kasat Reskrim, AKP Wafdan Muttaqin mengatakan, pihaknya telah mengantongi dua alt bukti yang menguatkan status tersangka Irfan.

"Ya benar, kita sudah tetapkan IN sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan hasil gelar perkara yang kita lakukan dan keterangan sejumlah saksi serta berdasarkan dua alat bukti yang telah kita kantongi," ujar AKP Wafdan, Kamis (14/11/2019). Selain itu, menurut AKP Wafdan, pihaknya juga telah melayangkan surat pemanggilan terhadap tersangka. "Surat pemanggilan sebagai tersangka sudah kita layangkan dan IN kita panggil hari Jumat besok untuk menghadap kepada penyidik," ucap dia.

Atas perbuatannya tersebut, polisi pun menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan<span ></span>senjata api. "Tersangka kita jerat pasal pasal 170 KUHPidana Juncto Undang undang darurat 1951," kata Kasat Reskrim.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close