Lifestyle

Hemat Uang Demi Kosmetik Kebiasaan Buruknya Makan Sembarangan Kisah Gadis Penderita Kanker Perut

Seorang gadis di Tiongkok ini harus menelan pil pahit lantaran dirinya didiagnosa menderita kanker perut. Perempuan berusia 26 tahun ini pun menderita kanker perut dengan stadium akhir. Dilansir dari Grid.ID, wanitacantik tersebut akhir akhir ini kerap mengalami rasa sakit di bagian perutnya.

Ia bahkan melihat darah saat buang air besar yang bercampur dengan fesesnya. Melansir dari Must share News.com,namun selama ini, wanita cantik tersebut tak pernah mengambil tindakan medis dan memilih mengobatinya sendiri. Setelahnya, kondisi tubuhnya semakin memburuk dan tak menunjukkan tanda tanda kesembuhan, dititik itulah ia akhirnya sadar ada yang salah dan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Usai menjalani beberapa pemeriksaan, fakta terbaru membuat wanita tersebut terkejut bukan kepalang, ia diagnosa menderita kanker perut stadium akhir. Usut punya usut, selama ini ia memiliki nafsu makan yang buruk dan tak teratur. Ia kerap melewatkan rutinitas makan yang bergizi dan membeli makanan murah. Bukan tanpa sebab, berdasarkan laporan media setempat, ia melakukan hal tersebut karena ingin menghemat uang demi bisa membeli kosmetik.

Wanita itu memang gemar berdandan, ia bahkan menghabiskan banyak tabungannya demi membeli kosmetik kosmetik mahal impiannya. Tak cukup sampai di situ, ia juga mengurangi jumlah makanan yang masuk ke tubunya demi menurunkan berat badan. Parahnya, ia sering makan siang hanya dengan menu roti sisa sarapan dan beberapa acar sayuran.

Gara gara hal itulah, pencernaan sang wanita diduga mengalami gangguan hingga memicu munculnya kanker akibat dari gaya hidup yang tak sehat. Mau tak mau, ia pun akhirnya harus terpaksa berhenti dari pekerjaanya demi menjalani perawatan di rumah sakit. Wanita cantik tersebut mengaku menyesal, dan berharap agar orang lain tak ada yang bernasib sama dengan dirinya hingga mengesampingkan hal hal penting demi membeli suatu barang seperti kosmetik yang mahal.

EYL (17), seorang remaja di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, nekat mencuri sepeda motor milik tetangganya untuk membeli kosmetik. Paur Subag Humas Polres Ngawi Ipda Sapti Margono mengatakan, pencurian dilakukan oleh EYL pada Selasa (24/9/2019). Motor korban jenis Honda Revo AE 6998 JW diparkir di pinggir sawah.

Pelaku dengan mudah membawa lari motor milik korban karena kunci kontak masih tergantung di motor. Dari pengakuan pelaku, hasil penjualan motor curian digunakan untuk membeli alat kosmetik agar bisa tampil cantik. "Pelaku nekat mencuri lantaran terbentur biaya perawatan kecantikan untuk beli kosmetik," ujar Sapto, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (8/10/2019).

Mendapat laporan kehilangan, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di Waduk Pondok, Kecamatan Beringin, Kamis (26/9/2019). Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP. "Pelaku dapat diamankan dan motor telah diserahkan ke pemiliknya. Untuk pelaku terancam Pasal 362 KUHP dengan pidana penjara paling lama lima tahun," ucap Sapto.

Produk kosmetik dan kecantikan kini bisa dibeli di mana saja termasuk di situs situs penjualan online, maupun penjualan yang dilakukan di sosial media. Sayangnya dengan perkembangan penjualan tersebut, bermunculan pula produk produk kosmetik oplosan yang kandungannya berbahaya bagi kulit. Lalu bagaimana cara memastikan kandungan dalam kosmetik baik untuk kulit?

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK), Sari Chairunnisa yang jugaDirektur Research and Development PT Paragon Technology and Inovationmenyebutkan sebenarnya pemerintah Indonesia sudah mempermudah dengan adanya uji produk dari BPOM dan pengecekan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi cara mudah memastikan kandungan produk tepat atau tidak untuk dibeli yang pertama dengan melihat apakah produk memiliki nomor registrasi BPOM dan logo halal MUI yang biasa terdapat di kemasan produk. “Sebetulnya dari pemerintah sudah dimudahkan dengan adanya BPOM dan MUI yang kalau sudah ternotifikasi artinya sudah aman,” tutur dr. Sari saat ditemui di Media Gathering Wardah di Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2019).

“Nomor registrasi dari BPOM kombinasi angka dan huruf, kalau MUI dapat logo di produk,” lanjut dr. Sari. Kandungan yang pernah didapati di produk oplosan yang dijual bebas adalah dermoveate yang masuk ke dalam golongan obat keras. Kandungan dermovate tersebut seharusnya digunakan sesuai takaran dan kalua berlebihan dapat menimbulkan efek seperti kulit menghitam, muncul rambut halus halus, penambahan berat badan maupun efek jangka panjang lainnya.

“Yang sering itu dermovate untuk pemutih harusnya diresepkan dan bukan buat dipakai bebas harusnya dalam pengawasan dokter tapi dijual bebas,” pungkas dr. Sari.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close