Corona

Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Penggunaan Kendaran Pribadi Saat PSBB di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelansan mengenai Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam penanganan virus corona atau Covid 19. PSBB berlaku di wilayah DKI Jakarta mulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB hingga Kamis (23/4/2020). Dalam kesempatan tersebut Anies Baswedan menjelaskan mengenai penggunaan kendaraan umum serta kendaran pribadi roda empat dan rodadua di wilayah DKI Jakarta selama penerapan PSBB.

"Pada prinsipnya selama pemberlakuaan PSBB, dilakukan pembatasan sementara penggunaan kendaraan untuk pergerakan orang dan barang di wilayah Jakarta," kata Anies Baswedan, Kamis (9/4/2020) malam dalamKonferensi Pers secara Live Streaming di channel YouTube Pemprov DKI. Khusus untuk kendaraan umum, jumlah penumpang yang diangkut dalam satu kendaraan dibatasi jumlahnya. "Seperti kemarin disampaikan dibatasi kapasitasnya menjadi 50 persen serta dibatasi jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB," jelas Anies.

Kemudian, penggunaan kendaran pribadi diijinkan digunakan bepergian terbatas hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. "Jadi secara prinsip dilarang berpergian menggunakan kendaraan kecuali untuk memenuhi kebutuhan pokok," katanya. Dalam pembatasan kendaraan roda empat ini pun, Anies mengatakan ada pengecualian. Yakni untuk kegiatan yang dikecualikan seperti kegiatan pemerintahan serta kegiatan di sektor swasta yang dikecualikan.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan soal pembatasan penumpang dalam kendaraan roda empat bila digunakan untuk mobilitas yang dikecualikan. Batas maksimal penumpang untuk kendaraan roda empat atau lebih adalah 50 persen dari jumlah kursi yang ada di dalam mobil atau kendaraan. "Jadi bila kursi untuk 6 orang maka maksimal 3 orang penumpangnya dan semua harus menggunakan masker," katanya.

Begitu juga dengan kendaraan roda dua atau sepeda motor hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kerja di sektor yang diijinkan. "Ojek hanya boleh antar barang, tidak untuk antar orang," katanya. Selama PSBB diterapkan, semua sektor wajib menghentikan kegiatan di tempat kerja atau kantor.

Ada beberapa sektor yang dikecualikan dan masih bisa melaksanakan aktivitas bekerja di kantor. Sektor yang dikecualikanberdasarkanPeraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 di antaranya; Pertama, kantor instansi pemerintah baik pusat maupun daerah.

Kedua, Kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional. Ketiga, BUMN dan BUMND. Kemudian untuk sektor swasta, ada beberapa sektor yang dikecualikan;

1. Kesehatan 2. Bahan pangan, makanan, dan minuman 3. Energi 4. Komunikasi dan teknologi informasi 5. Keuangan 6. Logistik 7. Perhotelan 8. Konstruksi 9. Industri strategis 10. pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu. 11. Sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari hari. "Di tempatyang dikecualikan di sini diatur dalam Pergub pembatasan aktivitas kerja, kemudian pengaturan jumlah karyawan yang bekerja diwaktu yang bersamaan, untuk memastikan ada pembatasan fisik," katanya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close