Nasional

Ini Tujuannya Ustaz Abdul Somad Tolak Air Minum yang Disajikan Saat Ceramah di Gedung KPK

Penceramah kondang, atau yang akrab disapa UAS, mendatangi gedung untuk memberikan pada Selasa (19/11/2019). Saat memberikan , sempat ‘menolak’ meminum kemasan yang dihidangkan di atas mejanya. Foto kedatangan ke , diunggah di akun Instagramnya.

Ustaz Abdul Somad terlihat berfoto di lobi gedung . Ia tampak tersenyum di bawah patung Garuda Pancasila. Ustaz Abdul Somad tampak mengenakan baju koko warna putih dan celana panjang lengkap dengan sarung merah di pundak serta kopiah di kepala. Dalam potret berikutnya, kehadiran rupanya dinantikan para pengagumnya.

Mereka terlihat berfoto bersama di dalam Masjid Al Ikhlas yang berada di gedung . Begitu juga dengan potret berikutnya, dirinya terlihat memberikan kepada para pegawai . Menurut Ustadz Abdul Somad melalui postingan di Instagramnya, kedatangannya ke itu untuk mengisi di Masjid Al Ikhlas.

"Tausiyah Zhuhur, Masjid al Ikhlas Kantor ," tulis Ustadz Abdul Somad singkat. Ceramah diunggah dalam akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official. Video tersebut berjudul "INTEGRITAS DALAM MEMBERANTAS KORUPSI! | Tausiyah Dzuhur di Masjid Al Ikhlas Kantor ".

Di awal ceramahnya, Ustadz bercerita tentang pengalaman dirinya memberikan di sebuah kantor. “Suatu ketika saya hadir di salah satu kantor untuk memberikan . Tidak boleh disebut nama kantornya, menjaga kode etik jurnalistik,” ujarya. Dalam kisahnya, seseorang bertanya kepada tentang pengalaman bertemu pegawai .

“Kata dia, Ustaz Somad, pernah gak ketemu dengan pegawai . Kata saya belum. Bagaimana memangnya, Pak?” ujarnya menceritakan. “Mereka pernah datang ke kantor saya Pak Ustaz,” kata dia menirukan pertanyaan seseorang tersebut. Lalu mengatakan, pegawai menolak untuk diberi minum dan makan yang dihidangkan oleh seseorang tersebut.

“Saya beri mereka seperti tamu yang lain, saya beri makan, kasih minum, tapi mereka tidak mau,” cerita UAS. “Kenapa begitu? Kata mereka, saya sudah bawa air minum sendiri,” kata yang disambut tawa oleh para jemaah yang hadir. “Air minum pun tak mau. Masih manusia mereka? Manusia juga. Air minum pun tak mau,” guyonnya.

Kata Ustadz Abdul Somad, kisah ini sudaah berlalu sekitar 3 atau 5 tahun lalu. “Apakah sekarang masih begitu, Alahualam,” kata dia. Tapi yang jelas, kata dia, integritas harus dijaga. Termasuk menjaga kesucian makanan seperti yang diajarkan Islam.

Di pertengahan ceramahnya, tepat di menit 20, kembali berguyon tentang menolak hidangan. Hal itu berawal ketika seseorang meletakkan minuman kemasan ke meja UAS. “Di tempat lain saya dikasih minum saya minum. Tapi di sini saya ingin balas, bahwa saya punya integritas,” kata dia.

Candaan ini disambut gelak tawa oleh para jemaah. “Saya akan datang lagi ke kantor bapak yang dulu bicara kepada saya: Ustaz Somad, pegawai itu integritasnya luar biasa. Kami kasih minum, dia katakan, saya bawa air minum dari kantor mereka,” katanya. Kali ini, yang balas ‘menolak’ meminum minuman yang dihidangkan .

“Dan ketika mereka (KPK) kasih saya air minum, saya katakan, saya bawa dari rumah,” ujar UAS sambil tersenyum. Artinya apa, kata UAS melanjutkan nya, setiap tetes ini akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT. “Ini dibeli dari mana. Ini uang negara. Tidak ada nama saya dalam anggaran ini.”

“Jangan sampai hancur amal saya, pahala pahala ceramah saya habis hanya karena 600 ml ini,” ujarnya. Dia pun berpesan kepada para jemaah yang hadir di masjid tersebut, agar terus menjaga integritas. “Integritas harus kita jaga. Takbir,” tegas UAS.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan akan memeriksa pegawai yang menghadirkan (UAS) di pada Selasa (19/11/2019). Ia mengatakan pimpinan akan melakukan hal tersebut karena undangan tersebut tidak berdasarkan persetujuan Pimpinan . Hal itu dikarenakan menurut Pimpinan UAS pernah tersangkut kontroversi.

Padahal Pimpinan menginginkan setiap penceramah yang hadir merupakan penceramah yang dikenal inklusif atau terbuka dan tidak tersangkut kontroversi. "Ya itu nanti kepada pegawainya kita periksa," kata Agus di Mahkamah Konstitusi Jakarta Pusat pada Rabu (20/11/2019). Ia pun mengaku baru dibertahu pada malam hari sebelum ceramah itu dilakukan pada Selasa (19/11/2019).

Tidak hanya itu, bahkan Agus mengatakan ia telah sempat melarang pegawai yang terhimpun dalam wadah bernama BAIK untuk menghadirkan UAS namun larangan tersebut tetap diabaikan. "Malamnya kita diberitahu ada UAS mau kajian Zuhur, kita juga sudah jangan, jangan diundang." "Karena beliau di beberapa waktu lalu kan pernah ada kontroversi. Kami mengharapkan kalo yang khotbah di itu orang yang inklusif orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," kata Agus. "Kecurangan akan Dituntut di Hadapan Allah…"

Diberitakan sebelumnya, atau yang akrab disapa UAS meminta lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019 2023 menjaga amanah rakyat dalam upaya pemberantasan korupsi. Hal itu diucapkan UAS ketika bertandang ke Gedung Merah Putih , Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019) siang. Diketahui, Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pamolango, dan Alexander Marwata akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember 2019.

"Siapapun nanti yang diberi amanah, siapapun dia, negeri kita akan tetap aman dan damai kalau dilaksanakan dengan amanah." "Dan amanah itu akan ditanya oleh Allah siapapun tetap takut pada tuhan," ucap . UAS menjelaskan maksud kedatangannya ke adalah untuk memberi kajian dalam rangka penguatan mental untuk para pegawai .

"Tentang integritas, bagaimana dalam islam kita diajarkan sebesar biji sawi. Pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah." "Saya bercerita bagaimana dalam islam diajarkan kita tidak bergerak, padahal bergerak itu boleh, pada puasa kita tidak makan, padahal makanan itu halal," tuturnya. "Karena hanya mendidik kita. Tidak ada gunakanya ibadah kalau kita aniaya orang, kita makan haram, doa tidak dikabulkan Allah."

"Hanya terkait hubungan kita dengan Allah habluminallah dan habluminanas," sambung UAS. Ustaz Abdul Somad juga tak lupa memberikan dukungan moral untuk pimpinan 2015 2019. Katanya, perbuatan rasuah mesti diberantas sampai ke akar.

Karena perilaku korup tidak sejalan dengan ajaran agama islam. "Islam mengatakan tidak kepada khamar, tidak pada narkoba, tidak pada sogok, tidak pada rasuah." "Maka mesti ada kekuatan dalam batin kita mendekat diri ke Allah," kata .

Sebelum ke , katanya, ia sudah berkunjung ke dua instansi, yaitu kantor Direktorat Keuangan TNI dan ke kantor BUMN Dinas Kementerian Badan Pertanahan.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close