Travel

Kengerian dan Risiko Mematikan di Balik Keindahan Grand Canyon

Sebelum mengunjungi Grand Canyon, wisatawan wajib memperhatikan standar kemanan yanga da di sana. Meskipun sudah banyak himbauan, tetapi masih banyak wisatawan melakukan perilaku berisiko membahayakan keselamatan. Taman nasional yang mengelilingi ngarai yang sangat besar di taman nasional AS ini merupakan tempat populer yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Keindahan Grand Canyon tentu tidak diragukan lagi. Sayangnya, ada bahaya mengancam nyawa para wisatawan di balik keindahan Grand Canyon. Setelah Pegunungan Great Smoky di tenggara AS mengalami lonjakan pengunjung selama musim liburan tahun ini, popularitas Grand Canyon pun naik.

Namun, ada fakta menyedihkan dalam sebuah kecelakaan fatal yang menimpa pengunjung Grand Canyon dalam beberapa minggu di bulan Maret dan April. Pemandangan Grand Canyon memang menarik jutaan orang untuk pergi ke taman di gurun Arizona yang menakjubkan. Mulau dari tanah bergradasi merah kecoklatan, hingga bukit bukit batu dan ngarai yang terbelah selama berabad abad oleh Sungai Colorado.

Sayangnya, pemandangan indah itu sering kali mengalihkan perhatian wisatawan dalam menjaga keselamatan. Mayat seorang turis asal Jepang adalah yang pertama ditemukan pada musim semi ini. Mayat itu ditemukan di daerah berhutan yang agak jauh dari tebing berbatu.

Kemudian, tiga mengalami kecelakaan fatal akibat jatuh dari ketinggian. Satu di antaranya adalah turis dari Makau dalam rombongan wisata Hong Kong yang jatuh dari tebing saat mengambil foto. Taman itu telah menempatkan penghalang pelindung di beberapa titik populer memotret pemandangan.

Tetapi, "kami tidak ingin menempatkan (terlalu banyak) penghalang di mana mana," kata juru bicara taman itu Kris Fister. "Keindahan taman ini boleh dinikmati siapa saja, tetapi kamu harus memperhatikan keselamatanmu sendiri, " imbuhnya. "Kami memberi tahu orang orang untuk tetap berjalan di jalan setapak yang ditentukan dan untuk menjaga jarak aman dari tepi."

"Selain itu, kami juga memperingatkan supaya orang memperhatikan ketika mengambil gambar," kata Fister, mengenakan kemeja abu abu gaya militer dan celana khaki ala penjaga taman nasional. Lokasinya tidak jauh dari pusat pengunjung di Ngarai Selatan sehingga pesan tidak selalu bisa diterima. Titik pemandangan alam ini merupakan yang paling banyak dikunjungi.

Mather Point mungkin juga merupakan tempat di AS yang paling sering dijadikan latar foto selfie oleh wisatawan. Ada batas penghalang untuk melindungi wisatawan, tapi banyak yang menerobosnya. Dari puluhan kecelakaan di Ngarai ini dalam satu tahun, setengahnya meninggal dunia dan ada yang mengalami luka parah.

Setiap kecelakaan yang menelan korban jiwa di Grand Canyon tercatatat dalam buku daftar di taman nasional, yaitu Melewati Batas : Kematian di Grand Canyon (Over the Edge: Death in Grand Canyon). Jim Stanley, 71 tahun dari Michigan, membaca buku itu sebelum masuk kawasan Grand Canyon untuk menyaksikan keajaiban alam yang berbahaya ini. "Aku tidak berkecil hati, tapi aku sekarang sadar akan risikonya," kata pria dengan celana yang ditopang oleh sepasang suspender warna merah, putih dan biru dari bendera Amerika.

"Terlalu banyak orang menganggap Grand Canyon begitu saja," tambahnya. "Tapi ini bukan Disneyland." Selalu ada unsur misteri, atau mistisisme, yang mengelilingi taman dan bentang alamnya yang menakjubkan.

Banyak kematian tak disengaja di wilayah Grand Canyon yang luas selama bertahun tahun, bahkan telah menimbulkan semacam getaran Segitiga Bermuda di atas tanah. Dua pesawat pernah bertabrakan di atas ngarai, diklaim 128 nyawa meninggal dan kecelakaan itu disebut sebagai kecelakaan penerbangan komersial terburuk dalam sejarah AS. Kecelakaan itu terjadi pada tahun 1956, jauh sebelum foto selfie populer.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close