Pendidikan

Mendongeng buat Anak Perlu Dilakukan di Era Teknologi Saat Ini

Minimnya literasi anak Indonesia menjadi perhatian khusus bagi para pendidik untuk meningkatkan minat baca pada anak. Data UNESCO menyebut anak Indonesia menjadi anak anak yang memiliki minat baca paling rendah, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Untuk meningkatkan literasi pada anak, pemahaman tersebut harus dimulai dari hal hal yang mudah dilakukan seperti mendongeng.

Gerakan literasi membaca pada anak dapat dimulai sejak usia dini atau pra sekolah dengan mengenalkan cerita kepada anak melaui dongeng bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Anak anak usia dini yang duduk di Taman Kanak kanak (TK) menjadi sasaran utama bagi kegiatan parenting melalui gerakan orangtua membaca buku. “Kegiatan parenting gerakan orangtua membaca buku atau mendongeng untuk anaknya ini perlu dilakukan terutama di era teknologi saat ini. Jangan sampai gawai digunakan hanya untuk fokus bermain game saja sehingga menjadi tertinggal dalam dunia pendidikan,” ungkap Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Tingkat Nasional, Tati Yuliarti, Kamis (5/12/2019).

Melalui kegiatan mendongeng, orangtua dapat mengedukasi anak untuk memiliki daya ingat yang lebih baik, berpikir logis, dan kreatif. Selain dilakukan di sekolah, kegiatan mendongeng pada anak usia dini juga harus dilakukan oleh orangtua sebagai awal mendidik anak untuk membiasakan diri membaca buku. Kasi PAUD dan Diknas Suku Dinas Jakarta Selatan, Sukamto, menjelaskan, dongeng juga membuat anak mampu untuk berpikir kritis dan melatih anak untuk belajar menjadi pendengar yang baik.

“Pendidikan literasi diharapkan pada anak usia dini berperan sebagai pondasi bagi mereka yang memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif di masa yang akan datang. Mendongeng atau kegiatan story telling sekaligus dapat mempersiapkan anak untuk masuk ke tingkat Sekolah Dasar karena anak anak sudah mengenal tiga poin tersebut, sehingga kedepannya tidak akan mengalami permasalahan yang sangat prinsip," tuturnya. Kegiatan literasi pada anak usia dini melalui dilakukan melalui sosialisasi “Menghidupkan Kembali Dongeng Pada Anak di Era Teknologi Komunikasi” untuk menumbuhkan minat orangtua membacakan buku pada anak melalui dongeng. Kegiatan dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Komunikasi Mercu Buana dengan TK Negeri Pembina Tingkat Nasional, Jakarta Selatan, sekaligus menjadi bagian gerakan orangtua membaca buku.

Kegiatan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut sekaligus mengajak anak untuk mendengarkan dongeng, berbagi cerita, dan menebak para tokoh dongeng dengan bermain peran. Sosialisasi membacakan buku kepada anak turut dihadiri oleh artis sinetron Rizal Akbar yang berbagi cerita tentang kegiatan parenting melalui dongeng ditengah padatnya jadwal syuting. “Meski kegiatan saya sangat padat, tetap saya akan menyempatkan waktu untuk berbagi cerita dengan anak apapun bentuknya, seperti menceritakan daily activity, membacakan buku meski hanya beberapa halaman saja, dan menonton film kartun bersama. Saya menganggap anak sebagai teman, sehingga kita bisa memiliki chemistry yang lebih baik dan bisa terbuka juga dalam berbagai hal,” papar Rizal.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close