Metropolitan

Nenek Buta Huruf yang Rumahnya Dibeli Tetangga 300Ribu Tak Tahu Sertifikat Tanah Dipakai Bayar Utang

Viral nenek buta huruf ditipu tetangga yang membeli tanahnya seharga Rp 300 ribu, sertifikat tanah dipakai bayar utang. Nenek Arpah (69) merasa sangat terpukul mengetahui selama ini dirinya ditipu AKJ yang menjaminkan sertifikat tanahnya untuk membayar utang utangnya. Sertifikat tanah milik Arpah kini berada di sebuah bank sebagai jaminan meminjam uang.

Sertifikat tanah dan rumah seluas 103 meter persegi yang merupakan hasil menipuNenek Arpah(69) saat ini berada di sebuah bank di daerah Bekasi. Menurut Tarwiyah (32), anak dari Arpah, sertifikat itu digunakan oleh AKJ untuk meminjam uang. "Memang benar ada di sana (bank) dan sudah atas nama AKJ. Dia meminjam sejumlah uang," kata Tarwiyah.

Akan tetapi, nama peminjam di bank tersebut adalah nama adik dari AKJ. AKJ sendiri berstatus sebagai penjamin. AKJ menipu Arpah pada tahun 2015. Ia mengajak Arpah yang buta huruf ke notaris untuk menandatangani surat Akta Jual Beli (AJB) dan membayar tanah tersebut seharga Rp 300.000. Usai menipu Arpah, AKJ menggunakan sertifikat itu untuk meminjam uang di bank. Uang tersebut dipakai untuk membayar utang utangnya yang hingga saat ini masih belum lunas.

Menurut Arpah, ia tidak sadar bahwa telah ditipu karena masih bisa tinggal dengan bebas di rumahnya. "Saya tunggu lama lama kok sertifikat tanah saya belum jadi. Ternyata AKJ yang mengambil," cerita Arpah. Arpah baru sadar telah ditipu saat pihak bank tiba tiba mendatangi rumahnya.

Dari sana, ia baru tahu bahwa tanahnya sudah berganti nama menjadi milik AKJ dan ia telah ditipu. Kasus penipuan ini telah dilaporkan oleh Arpah ke polisi. Hingga kini, kasus ini masih sedang dalam proses penyelesaian. Menurut Arpah, pada mulanya ia memiliki tanah warisan seluas 299 meter persegi.

Sebanyak 196 meter sudah dijual lebih dulu, dan sisa 103 meter hendak ia jual kepada almarhum ayah AKJ, Habib Hasan Ahmad. Nenek Arpah mengaku, ia pernah diberi uang Rp 300.000 oleh AKJ. Menurut Arpah, AKJ memberi uang Rp 300.000 untuk jajan saat mereka jalan jalan ke Cibinong, Bogor, sebagaiaman diceritakan Tarwiyah di atas.

“Dia bilang uang yang diberikan pada saya untuk jajan, ya sudah saya terima aja, namanya buat jajan,” ujar Arpah. Sebelum diberi ''üang jajan" itu, Arpah ingat ia membubuhkan cap jempol pada surat yang belakangan diketahui sebagai akta jual beli. Arpah buta huruf. Ia tak bisa membaca tulisan yang tertera pada dokumen itu. Arpah tak menyadari bahwa dirinya sedang ditipu.

Arpah, seorang lansia warga Beji,Depok, Jawa Barat didampingi Kuasa Hukumnya datangi PolrestaDepok. Wanita usia lanjut tersebut sedang membuat laporan ke kantor polisi lantara merasa tertipu oleh tentangganya. Nenek Arpahmerasa ditipu terkait transaksi tanah miliknya yang dihargai tak wajar.

Ia datang ke PolrestaDepokdengan didampingi oleh Muslim, kuasa hukumnya. Muslim mengatakan kasus tersebut terjadi pada tahun 2015 silam. Sesuai penuturan nenek Arpah, kuasa hukum menceritakan duduk masalah penipuan tersebut.

Pada tahun 2015, nenek Arpah diajak oleh seorang tetangganya berinisial AJK (26) ke kantor notaris di Bogor. Saat sampai di kantor notaris tersebut, nenek Arpah disodori dokumen untuk ditanda tangani. Nenek Arpah diminta untuk menandatangani dokumen tersebut, padahal ia tak bisa membaca alias buta huruf.

“Nah, dia diajaklah ke kantor Notaris itu. Awalnya nenek Arpah tidak tahu isi perjanjian yang ditanda tanganinya karena nenek ini tak bisa baca tulis,” ujar Muslim saat dihubungi, Kamis (17/10/2019), dikutip dari Kompas.com . Ternyata dokumen tersebut terkait jual beli tanah miliknya seluas 103 meter persegi yang hanya dihargai Rp 300 ribu. Muslim menambahkan, nenek Arpah baru menyadari kalau dokumen yang ia tanda tangani tersebut sertifikat tanah baru baru ini.

Hal tersebut ia ketahui saat ada pihak bank yang mendatangi rumahnya dan membicarakan mengenai tanah miliknya tersebut. “Jadi, ibu Arpah sama sekali tidak mengetahui dia tanda tangan peralihan sertifikat 103 meter sisa tanah miliknya,” ucapnya, dikutip dari Kompas.com . Dan insiden dugaan penipuan tersebut membuat nenek Arpah harus terusir dari rumahnya sendiri.

“Nggak, saya gak tahu itu buat apa. Disuruh tanda tangan doang yasudah saya tanda tangan. Bahkan ia terpaksa untuk menumpang baik dirumah kerabat maupun rumah anaknya. Dilansir dari Kompas.com , Kassubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus membenarkan mengenai laporan nenek tersebut.

Laporan itu dicatat dengan nomor laporan polisi, LP/2143/K/IX/PMJ/Resta Depok. Kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut, hingga kini telah memeriksa tujuh orang saksi. “Ya kami sudah periksa tujuh orang untuk mendalami kasus dan kami telah periksa notaris,” ucap Firdaus, dilansir dari Kompas.com .

Termasuk seorang notaris di wilayah Bogor dimana nenek Arpah menandatangai dokumen pada tahun 2015 silam. Bahkan, ia mengatakan tidak ikhlas dan ridho tanahnya direbut oleh AKJ. Kasus tanah ini pun telah masuk dalam ranah pengadilan dan bahkan telah masuk babak akhir di Pengadilan.

Arpah hanya bisa berharap, Majelis Hakim yang menangani perkaranya dapat memberikan keputusan yang seadil adilnya untuk dirinya.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close