Bisnis

Omsetnya Ratusan Miliar Polda Jatim Bongkar Investasi Bodong Memiles di Aplikasi Smartphone

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DItreskrimsus) PoldaJatimmembongkar praktik investasi ilegal berbasis aplikasi android yang dilakukan sebuah perusahaan di Jakarta Pusat. Perusahaan tersebut baru beroperasi selama kurun waktu delapan bulan ini. Selama kurun waktu tersebut mereka mampu menghimpun sekitar 264.000 orang sebagai member dari berbagai kota di Indonesia. Polisi mencatat, nilai total kerugian uang milik para member sekitar Rp 750 Miliar.

Menurut Kapolda Jatim,IrjenPolLukiHermawanmengungkapkan, perusahaan tersebut berdiri secara ilegal. "Ini semua tidak ada izinnya, yang jelas itu," ujarnya di depan Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020). Luki juga mengungkapkan, modus operandi investasi ilegal yang diterapkan perusahaan pada para membernya. Yakni, perusahaan mengajak masyarakat mendaftarkan diri menjadi member melalui aplikasiMeMiles dengan mengunduhnya di Google PlayStore dengan membayar sejumlah uang.

Paling murah Rp 50 Ribu hingga Rp 200 Juta, sebagai nilai tukar Top Up untuk investasi sebuah barang di dalam aplikasi. Barangnya beragam, mulai dari beragam produk elektronik seperti ponsel, kulkas, televisi LCD, hingga properti seperti rumah, ruko, mobil dan motor bahkan umrah. "Sudah 120 mobil yang sekarang sudah di tangan para customer dan ini akan kami tarik," jelasnya.

Dari pengungkapan kasus tersebut,PoldaJatimtelah menetapkan dua orang tersangkan yakni Direktur Perusahaan berinisial KTM (47) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan FS (52) warga Tambora, Jakarta Barat. Keduanya diamankan kepolisian saat hendak menggelar sebuah simposium di sebuah hotel dikawasan Waru Sidoarjo, Jumat (13/12/2019) silam. "Ini semua hasil patroli siber dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). kami bisa mengungkap ini dan kami akan kembangkan terus," tuturnya.

Luki juga mengungkapkan, pekan depan akan memeriksa empat orang publik figur yang diduga terlibat praktik investasi ilegal tersebut. "Pasalnya kami bisa kenai UU Perbankan, UU Perdagangan, bisa juga UU ITE, bisa juga TPPU," jelasnya. Dari tangan pihak tersangka, penyidik DitreskrimsusPoldaJatimberhasil menyita 18 mobil, dua sepeda motor, belasan ponsel dan laptop dan uang senilai Rp 50 Miliar.

Sementara itu, satu di antara korbaninvestasibodongitu, Faldian (40) mengaku, dirinya datang jauh jauh dari Jakarta untuk memastikan nasib uangnya yang terlanjur diivestasikan melalui sistem aplikasi tersebut. "Datang sendirian saya dari Jakarta. cuma tanya info aja, katanya memang sudah ditangani Polda Jatim," ungkap warga yang tinggal di Cijantung itu. Ia mengaku mengalami kerugian tak lebih dari Rp 10 iuta. Namun yang membuat hatinya masih begitu berat, ia terlanjur mengajak beberapa rekan dan kerabat mengikuti investasi tersebut.

"Kalau saya enggak seberapa. Saya enggak enak aja ada teman saya yang sampai ratusan juta," pungkas pria kelahiran Makassar itu. Penulis: Luhur Pambudi

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close