Sport

Shi Yuqi Merasa Diuntungkan Akibat Penundaan Olimpiade Tokyo

Penundaan ajang Olimpiade Tokyo selama satu tahun kedepan ternyata membawa berkah tersendiri bagi pebulu tangkis asal China, Shi Yuqi. Hal ini dikarenakan Shi Yuqi bisa lebih fokus untuk memulihkan cedera sekaligus meningkatkan kebugaran fisik yang ia miliki. Seperti yang telah diketahui, pemain tunggal putra peringkat sembilan dunia tersebut harus tersendat karirnya akibat masalah cedera.

Shi Yuqi harus menderita cedera pergelangan kaki pada hari ketiga dalam ajang Indonesia Open edisi tahun lalu, tepatnya Juli 2019. Cedera yang dialaminya tersebut akhirnya membuat Shi Yuqi harus absen dalam beberapa turnamen penting yang seharusnya bisa ia ikuti. Alhasil, cederanya Shi Yuqi membuat persaingan sektor tunggal putra didominasi oleh wakil Jepang, Kento Momota.

Menyikapi penundaan Olimpiade Tokyo setahun kedepan, Shi Yuqi memilih untuk mengambil sisi positif dari keputusan tersebut. Jawara All England 2018 tersebut menganggap penundaan Olimpiade Tokyo membawa keberkahan tersendiri baginya. "Bagi saya, penundaan Olimpiade telah memberi saya cukup waktu untuk pulih dari cedera, lalu meningkatkan kebugaran fisik dan kekuatan yang saya miliki," ujar Shi Yuqi seperti dikutip dari .

Pulihnya Shi Yuqi tentu membuat China semakin optimis kembali bisa merajai Olimpiade khususnya sektor tunggal putra. Selain Shi Yuqi, Chen Long selaku peraih medali emas Olimpiade Rio diyakini akan menjadi wakil China lainnya di sektor tunggal putra nantinya. Sektor tunggal putra dapat dikatakan masih dikuasai oleh pebulu tangkis China dalam beberapa tiga edisi Olimpiade terakhir.

Tradisi tersebut dimulai ketika Lin Dan mengalahkan Lee Chong Wei di final Olimpiade Beijing 2008. Lin Dan seakan merebut kembali emas yang pernah dimenangkan oleh rekan senegaranya, Ji Xinpeng di Sydney 2000. Lin Dan kembali berhasil mempertahankan gelarnya tersebut empat tahun kemudian ketika berlaga dalam ajang Olimpiade London 2012.

Dalam perhelatan Olimpiade selanjutnya tim tunggal putra China kembali mendulang emas lewat Chen Long. Chen Long berhasil meraih menaiki podium tertinggi dalam kejuaraan Olimpiade Rio Brasil 2016. Dalam laga final, Chen Long kembali berhasil mempecundangi Lee Chong Wei di partai final.

Cina hanya gagal mendulang medali emas sektor tunggal putra tepatnya tahun 2004. Dimana pada perhelatan Olimpiade Athena, medali emas sektor tunggal putra berhasil direbut oleh wakil kebangaan Indonesia, Taufik Hidayat. Taufik Hidayat saat itu mampu menyudahi perlawanan dari wakil Korea Selatan, Shon Seung Mo.

Tentu kehadiran Shi Yuqi dan Chen Longbisa membuat China memiliki peluang mendulang medali emas, walaupun hal tersebut bukan perkara mudah. Hal dikarenakan sudah mulai munculnya beberapa pebulutangkis kelas dunia dari berbagai negara yang membuat persaingan tunggal putra makin ketat. Nama nama seperti Kento Momota (Jepang) dan Chou Tien Chen (Taiwan) bisa saja menjadi sandungan utama tunggal putra China untuk mendulang gelar kembali.

Belum lagi keberadaan Viktor Axelsen (Denmark) yang baru saja mendulang gelar All England 2020. Ditambah kehadiran para pebulutangkis tunggal putra yang masih berusia muda seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, Anders Antonsen, hingga Lee Zii Jia.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close