Internasional

Spesialis Tapioka Jepang Yang Cantik Senang Sekali Sama Indonesia

Tapioka lagi naik daun di Jepang. Jumlah toko minuman tapioka di Jepang kini sedikitnya 1000 toko dan akan semakin banyak. Nao dan Karen keduanya masih mahasiswa Universitas Keio jurus fakultas ekonomi. "Saya menyenangi tapioka sejak masih SMP dan akhirnya ketemu pecinta berat tapioka juga saat bertemu karen di Universitas Keio," tambah Nao.

Karen sendiri dari lahir sampai 7 tahun mengaku berada di California mengikuti orangtuanya yang ditugaskan kantor Jepang ke sana. "Di Jepang saat ini ada sedikitnya 1000 toko tapioka di semua tempat di Jepang dan saya yakin akan semakin banyak lagi," tambahnya. Mengapa disukai orang Jepang? Karena rasanya bisa diubah berbagai macam.

"Tapioka bisa dibuat beraneka ragam rasa buah misalnya rasa apel, rasa melon dan sebagainya. Belum lagi yang transparan sehingga tambah cantik." Menurut Nao dan Karen, masih banyak variasi yang bisa dilakukan untuk membuat tapioka disajikan dalam bentuk minuman di Jepang. "Semua kreativitas dan ide ini kami sampaikan ke beberapa toko yang meminta kami untuk memberikan berbagai masukan dalam pengembangan bisnis mereka. Lalu kadang mereka memberikan kupon dan kami dapat komisi menjualkan kuponnya tersebut."

Spesialis tapioka khususnya sejak setahun lalu ini juga mendapat dukungan dari orangtua mereka, "Gambatte" Semangat," ungkap kedua orangtuanya. Iulah sebabnya di tengah sekolah mereka di fakultas ekonomi mereka sangat bersemangat pula mengembangkan spesialisasinya di bidang tapioka. "Kami tak mau buat toko tapioka saat ini karena kalau demikian kami tak akan bisa menilai secara obyektif berbagai toko tapioka yang ada. Lagi pula kami juga masih sekolah saat ini."

Bicara mengenai pribadi mereka, khususnya Nao pernah dua kali ke pulau Bali dan Karen satu kali ke pulau Bali tahun 2017 bersama Nao. "Senang sekali indah sekali ya Bali kami suka sekali dan ingin kembali lagi ke Bali." Penggemar nasi goreng, barbeque itu tinggal di daerah Kuta Bali saat ke sana dua tahun lalu selama tiga malam.

Nanti setelah lulus sekolah mungkin mereka akan ke Indonesia lagi dan kali ini melihat kemungkinan pengembangan bisnisnya ke Indonesia yang berpenduduk sangat banyak, tambahnya. "Pasar yang bagus ya Indonesia untuk bisnis karena penduduknya sangat banyak." Meskipun spesialis tapiok adan banyak memberikan saran kepada berbagai toko tapioka di Jepang, keduanya berharap dapat menyelesaikan sekolahnya dulu lebih cepat sehingga bisa lebih fokus lagi dalam menekuni bidang tapioka yang diyakini juga banyak bahan dasarnya dimiliki Indonesia.

"Kelemahan tapioka di Jepang ya tak bisa lama lama. Paling juga tiga jam ya harus dibuang kalau tak terjual. Apalagi kalau sudah dimasukkan ke dalam air minuman paling lama juga dua jam. Kalau tidak demikian bisa mengeras jadi kurang enak." Oleh karena itu dalam mempersiapkan toko tapioka dilakukan secara fresh satu setengah jam sebelumnya dan terus menerus memproduksi karena dibutuhkan bagi banyak orang yang antri supaya bisa cepat terjual. Kalau kelamaan tak terjual memang jadi rugi dan harus dibuang karena jadi mengeras tidak enak dimakan, tidak baik, tekan spesialis tapioka itu lagi.

Mungkin nanti kalau mereka ke Indonesia diperkenalkan kepada umum mungkin barulah kita semua bisa menikmati wajah cantik kedua wanita muda Jepang ini. Silakan nantikan saat saat tersebut.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close