Metropolitan

Ungkap Pertemuan Terakhir, Tangis Ayah Korban Pembunuhan Sekeluarga di Banten:Kita Serahkan ke Allah

Ayah korban pembunuhan sekeluarga di Kampung Gegeneng, Kecamatan Waringinkurung, Serang, Banten mengungkapkan curahan hatinya atas kepergian sang anak dan cucu. Adanya kejadiannya ini mengakibatkan dua orang tewas yakni Rustiadi dan sang anak yang berusia 4 tahun. Sholeh (56) yang merupakan ayah Rustiadi, korban pembunuhan sekeluarga di Banten itu menceritakan pertemuan terakhirnya dengan sang anak.

Dia menyatakan, pertemuan terakhirnya dengan Rustiadi terjadi pada Selasa sore sebelum adanya peristiwa pembunuhan satu keluarga. "Saya ketemu Selasa sore (red: 11 Agustus) pukul setengah 7. Saya bertemu dengan dia mau tanya masalah aliran bikin kusen," papar M Sholeh. Sholeh memaparkan, ia kembali pulang ke rumah setelah bertemu dengan anaknya ketika pukul 8 malam.

Sholeh lantas langsung pergi ke rumah Rustiadi untuk melihat kondisi anak dan cucunya setelah mendapatkan kabar bahwa keluarganya menjadi korban pembunuhan sekeluarga di Banten. "Saya melihat kondisi ketika mereka meninggal dan posisinya udah tiduran di lantai," jelas M Sholeh. "Ada darah banyak," celetuk ibunda Rustiadi.

Ayah Rustiadi mengungkapkan tak kuat melihat peristiwa tragis yang menimpa sang anak. Tangis ayah korban pembunuhan sekeluarga itu pecah. "Saya enggak kuat melihat anak meninggal dunia seperti ini, walaupun harus bisa mengikhlaskannya tetapi susah. Saya kepikiran anak dan cucu," aku M Sholeh.

Sholeh menuturkan, kesedihan dan duka yang amat mendalam atas kepergian Rustiadi dan keluarganya. "Nasibnya kok seperti itu, tetapi ya namanya juga panggilan Allah," jelas M Sholeh. Dengan menahan tangis, M Sholeh berharap agar pembunuh sekeluarga di Banten tertangkap.

Menurut M Soleh, selama hidup, Rustiadi tak pernah punya musuh. Rustiadi sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan. "Semoga pelaku cepat tangkap karena saya mau tahu siapa yang tega melakukannya. Anak saya enggak pernah cerita musuh tetapi justru nyatanya seperti ini," beber M Sholeh. Sholeh menuturkan, sosok Rustiadi dikenal sebagai orang yang baik dan kerap berinteraksi dengan tetangga.

Sehingga ketika ada peristiwa duka yang menimpanya, lanjut M Sholeh, banyak tetangga yang melayat. "Tetangga banyak yang ke sini dan bilang Rustiadi merupakan orang yang baik," papar M Sholeh. Ayah korban pembunuhan sekeluarga itu menuturkan telah menyerahkan sepenuhnya kasus sang anak kepada Allah SWT dan pihak yang berwenang.

"Kita menyerahkan ke Allah dan petugas. Kita pribadi berharap pelaku dihukum seberat beratnya," tukasnya. Polisi masih terus mencari pelaku dan motif di balik peristiwa tewasnya bapak dan anak yang menggegerkan Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Serang tersebut. Dilansir dariKompas.com, peristiwa yang diduga pembantaian keluarga tersebut menewaskan Rustadi (33) dan anaknya A (4).

Sementara Siti Sa'idah (24), ditemukan dalam kondisi kritis. Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhittira mengatakan, peristiwa naas tersebut pertama kali diketahui oleh Asgari, yang merupakan rekan kerja Rustandi pada Selasa (13/8/2019) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Asgari hendak mengambil peralatan kerja yang tersimpan di dalam rumah korban.

Diketahui, kata Ivan, korban berprofesi sebagai buruh bangunan. "Korban pertama kali ditemukan oleh teman kerjanya, pas mau ngambil alat alat kerja. Temannya ini mencium bau amis, pas ke dalam korban sudah pada tergeletak di ruang tamu rumahnya," kata Ivan kepada wartawan di lokasi kejadian di Kabupaten Serang, Selasa (13/8/2019). Saat ditemukan oleh Asgari, kata Ivan, kondisi Rustandi dan A sudah meninggal dunia dengan bersimbah darah.

Sementara Siti masih bernyawa. Asgari lantas memberi tahu warga di sekitar rumah korban dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Ibu kritis, sedang dilakukan penanganan oleh medis, kita berdoa agar ibu bisa kembali sehat dan mintai keterangan. Kondisi luka tusuk bagian punggung belakang," kata Ivan.

Untuk korban meninggal Rustandi, kata Ivan, ditemukan setidaknya tiga luka tusukan di bagian kepala. Sementara korban A, tidak ada luka tusukan maupun sayatan. Polisi menduga, A meninggal lantaran pukulan benda tumpul atau dibanting.

Ivan mengatakan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa dini hari, antara pukul 00.00 hingga pukul 05.00 WIB. Pihaknya saat ini masih mencari tahu apakah peristiwa tersebut perampokan atau murni pembunuhan. "Motif kita tangani apakah perampokan atau murni pembunuhan, tim identifikasi lakukan olah TKP dan minta keterangan keluarga terdekat korban apakah ada barang hilang," kata dia.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Ivan Adhitira mengatakan, tidak ada barang yang hilang di rumah korbn. Untuk itu dugaan sementara adalah murni pembunuhan. Dirinya menjelaskan, bahwa pelaku sudah merencanakan matang aksinya dengan menutup wajah menggunakan topeng dan membekali diri dengan senjata tajam.

“Memang diduga sudah direncanakan," kata Ivan. Hingga saat ini polisi sudah memanggil sejumlah saksi saksi dari keluarga korban. Namun pihak keluarga tidak mengetahui adanya perselisihan antara korban dengan pihak lain.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close