Lifestyle

Wajah Mempelai Wanita Jadi Sorotan Viral Remaja 14 Tahun Menikahi Gadis 21 Tahun

Viral remaja 14 tahun menikahi gadis 21 tahun, potret pengantin wanita bikin iri. Seorang remaja 14 tahun asal Kamboja baru baru ini viral di Facebook lantaran menikahi seorang gadis 21 tahun yang sangat cantik. Banyak yang iri dengan remaja tanggung tersebut karena bisa menggaet gadis cantik.

Menikah dengan wanita yang lebih tua mungkin sudah biasa ditemukan di lingkungan kita. Namun, apa jadinya bila pengantin prianya masih berusia di bawah umur. Baru baru ini, dunia media sosialFacebookdihebohkan dengan beredarnya sebuahpernikahan beda usiayang lain daripada yang lainnya.

Pernikahan yang diduga terjadi diKambojatersebut begitu menyita perhatian warganet karena rentang usia kedua mempelai yang mengejutkan. Bagaimana tidak, mempelai pria masih berusia 14 tahun, sementara mempelai wanitanya berusia 21 tahun. Sebuah akun Facebook bernama Mak Orn mengunggah foto mempelai tersebut pada Sabtu (9/11/2019) lalu.

Dalam keterangannya, akun tgersebut tampak menyebut dirinya sebagai bibi dari kedua mempelai. Ia menyebut bahwa pernikahan keduanya terjadi pada Sabtu itu. Tak lupa ia memberikan selamat kepada sepasang keponakannya itu karena telah menempuh hidup yang baru.

Ia juga mendoakan agar kedua pasangan selalu diberikan kebahagian dan saling mencintai. Berikut adalah tulisan lengkap Mak Orn seperti dikutip dari laman Facebook nya : Hari (9/11/2019) adalah hari yang spesial untuk sepasang keponakan kami.

Semoga kalian hanya dilimpahi kebahagiaan. Saling mencintai sampai rambut beruban. Bibi masih bekerja di tempat yang jauh jadi tidak bisa menghadiri pesta pernikahan pasangan mempelai perempuan yang berusia 21 tahun dan mempelai pria yang berusia 14 tahun ini.

Walaupun usia kalian masih sangat muda, mari kita tetap fokus untuk memandang masa depan yang dipenuhi kebahagiaan. Diperlukan rasa saling mencintai agar bisa saling memaafkan. " Bersamaan dengan tulisan tersebut, akun Mak Orn juga mengunggah foto kedua mempelai tersebut.

Dalam satu foto terlihat pasangan beda usia itu berfoto bersama sambil membawa sebuah benda berwarna emas. Dalam balutan baju adat bernuansa emas itu keduanya nampak bahagia. Dan di tiga foto selanjutnya hanya menampakkan mempelai wanita yang nampak cantik dengan beragam busana adat.

Ia juga selalu menampakkan senyum sumringahnya. Melansir dari World of Buzz , usia wanita memang sudah legal untuk menikah. Tetapi, usia mempelai pria lah yang menjadi sorotan banyak warganet.

Bagaimana tidak, usia 14 tahun dinilai masih terlalu muda dan juga masih di bawah umur. Bahkan, di usia tersebut, seharusnya ia masih duduk di bangku SMP. Tetapi remaja itu sudah berani untuk menikahi wanita dewasa.

Hingga artikel ini dibuat, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 1,2 ribu likes dan lebih dari 400 komentar. Adapun unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 4 ribu kali oleh pengguna Facebook. Warganet pun memberikan beragam komentarnya.

"Walaupun mereka masih sangat muda, mari kita lihat masa depan. Jika mereka saling mencintai dan bertoleransi, mereka akan mampu hidup menua bersama dengan bahagia," tulis seseorang. Ada pula yang menyanyakan usia legal untuk menikah, padahal di Kamboja sendiri usia legal adalah 18 tahun. "Masih sangat muda. Saya sudah tua tapi masih saja mencari jodoh, malu saya sama anak ini," tulisnya.

Sementara yang lainnya, kebanyakan para jomblo, nampak iri dengan bocah 14 tahun tersebut, sebab ia sudah menemukan jodohnya di usia yang masih sangat muda. Sedangkan para warganet yang sudah berumur tak kunjung menemukan belahan jiwanya. "Saya masih muda, dan saya sedang mencari pasangan. Saya tidak pernah menemukan seorang pasangan," tulisnya.

"Saya adalah ratu, dan saya tidak memiliki seseorang yang peduli seperti mereka. Saya sangat iri," tulis yang lain. "Saya sudah 22 tahun dan masih belum tahu tipe wanita idaman saya," timpal yang lain. Kisah viral hari ini driver ojol ini menghilang jelang pernikahannya, tahu tahu ditemukan membusuk di jalan tol. Sempat pamit, 'Sudah ya ma!'

Driver taksi online ini mendadak menghilang sejak Senin kemarin, mendadak ditemukan membusuk di tol, sempat pamit pada calon istri yang akan dinikahi. Rusdianto (41) ditemukan meninggal dunia dan dalam keadaan yang sudah busuk. Lokasi penemuan mayat ini ada di pinggir Tol Malang Pandaan, tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.

Kondisinya cukup mengenaskan dengan kepala yang terbungkus kain putih dan leher yang terikat tali. Sebelumnya korban sudah dilaporkan hilang sejak Senin (21/10/2019). Berdasarkan hasil penyelidikan, warga Bendul Merisi, Gang Besar Timur, Kecmatan Wonocolo, Surabaya itu menghilang saat sedang melaksanakan orderan taksi online.

Tercatat, order taksi online terakhirnya dipesan dengan tujuan Pandaan, Pasuruan. Pemesan order taksi online tersebut adalah Gianto (36), warga babatan, Wiyung, Surabaya. Saat di tengah jalan, penumpang meminta korban menghentikan mobilnya.

Spontan korban menuruti permintaan Giant. Korban spontan menghentikan laju mobil Suzuki Ertiga W 1979 NK yang dikemudikannya. Tak disadari korban, di situ adalah tempat tersangka menghabisinya," ungkap Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP, mengutip Surya.

Seusai membunuh, Gianto langsung membuang jasad korban di pinggir jalan tol. Setelah dibuang jenazah Rusdianto ditemukan sudah membusuk. Kabar duka ini tentu membawa duka mendalam bagi orang terdekat korban.

Salah satunya adalah wanita yang akan dinikahinya pada Desember 2019 nanti. Wanita ini bernama Dewi Puspitasari (38) yang menjalin hubungan kasih dengan Rusdianto. Sayangnya impian mereka menjalani biduk rumah tangga tak bisa diwujudkan.

Berdasarkan penuturan Dewi, ia sempat berkomunikasi dengan korban di hari pembunuhan, yakni pada Senin (21/10/2019) siang. Namun saat asyik bersenda gurau lewat Whatsapp, tiba tiba korban pamit kepada Dewi. “Ngobrolnya tidak bisa lama. Dia bilang sedang ada customer.

Ya sudah, saya tidak ganggu lagi,” ucap Dewi, dikutip dari Surya Malang. "Sudah ya ma. Saya sedang bawa customer," ujar Dewi menirukan kata kata terakhir yang disampaikan korban. Karena tak ingin mengganggu, Dewi lantas mematikan telepon dan menanti panggilan dari kekasihnya itu.

Sayang, penantiannya itu tak kunjung terbalas. “Saya hubungi lagi sekitar pukul 19.45 WIB. Tapi, ponselnya sudah off.” “Padahal biasanya jam segitu kami bisa ngobrol lama di telepon,” t ambahnya.

Karena tak bisa menghubungi dua ponsel milik Rusdianto, Dewi beserta keluarga korban langsung melapor ke Polsek Pakal, Surabaya. Dewi tak menyangka, akan menerima panggilan dari kepolisian jika calon suaminya telah ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di Tol Malang Pandaan. Bangkit Maknutu Dunirat (30) seolah telah memiliki firasat akan segera meninggalkan istri tercintanya yang tengah hamil 7 bulan, Mei Nuriawati (25).

Sebelum tewas diculik dan dibunuh oleh mantan pacar dan juga suami mantan pacarnya, Bangkit memberikan pesan terakhir pada istrinya. Bahkan, di dalam pesan terakhirnya tersebut, Bangkit meminta maaf pada istrinya tersebut. Melalui akun Instagramnya @maynuria, Mei Nuriawati mengungkapkan kesedihannya akan kepergian sang suami, Bangkit.

Dalam foto yang diunggahnya pada Kamis (17/9/2019), Mei terlihat sedang bersanding dengan Bangkit. Bangkit dan Mei tampak begitu bahagia seraya memperlihatkan senyum mereka. Dalam caption foto tersebut, Mei mencoba mengungkapkan kesedihannya akan kepergian suami yang terkesan mendadak.

Apalagi saat tahu, suaminya tewas setelah diculik orang tak dikenal. "Sayangku suamiku Allah lebih sayang sm km. km tenang di sana ya. "Aku n anakmu selalu sayang sm km.. Allah memberi tempat terbaik disana," tulis Mei.

Selain itu, Mei turut mengungkap pesan terakhir yang disampaikan korban kepadanaya, sebelum tewas diculik. Aku pasti selalu inget pesen km yang. jaga sholat biar kelahiran lancar.. aku sayang sm km. maafin aku. maafin aku ya sayang.. iloveyou ," lanjut Mei. Dikabarkan sebelumnya, jasad Bangkit ditemukan diSungaiWatuOndo, Cangar,KotaBatu, Jawa Timur.

Simak informasi selengkapnya: Teka teki kasus penculikan berujung pembunuhan pekerja marketing training, Bangkit (30) di Jalan A Yani Surabaya terbongkar. Bangkit diculik, dianiaya sekaligus dibunuh oleh enam pelaku yang tak lain di antaranya suami dan mantan kekasih korban.

Mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) warga Perum Magersari dan suaminya Bambang Irawan (27) mengajak Kresna Bayu (22) warga Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo, ARP (27) dan MIR (20). Awalnya, Bambang dan rekannya menculik korban di tempat kerja Jalan Ketintang kemudian membawanya ke Cangar BatuMalang. Sesampainya di Jembatan Cangar, para pelaku menganiaya hingga mendorong korban ke sungai.

Korban kemudian ditemukan keesokan harinya dalam keadaan tewas. Di hari yang sama, istri korban diMalangmelaporkan dugaan penculikan suaminya. "Hari Rabu sore penangkapan suami istri ini, kemudian dihari berikutnya penangkapan dua orang lainnya. Sementara empat orang, dua pelaku lain masih DPO," tutup Leo.

Pelaku mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) dan suami Bambang Irawan (27) warga Perum Magersari Sidoarjo, Kresna Bayu (22) warha Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo. Kepada polisi, pelaku Rulin dan Bambang mengaku sakit hati lantaran istrinya merasa tertipu. Beberapa kekecewaan tersebut bermula dari hubungan mantan kekasih yang dibumbui penjualan mobil seharga Rp 93 juta.

Namun, Rulin mengaku mendapat Rp 5 juta dari penjualan mobil tersebut. Kekecewaan kedua, diakui pelaku, adanya tagihan cicilan kendaraan yang dilakukan korban atas nama pelaku Rulin sejak tahun 2015. "Mereka sempat berpacaran 2015 2017. Sakit hati karena ada beberapa hal yang dialami sampai memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi salah satu pelaku," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata di Polrestabes Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Kedua pelaku suami istri itu mengaku sempat mendatangi rumah korban diSumeneplantaran kebingungan terus menerus didatangi debt collector. Namun, pertemuan tidak membuahkan hasil. Rulin dan Bambang mengaku diusir dari rumah korban diSumenep. Hingga kemudian, mereka mengetahui keberadaan korban di tempat kerja Jalan Ketintang Surabaya. Bambang dan empat pelaku lain membawa paksa korban menggunakan mobil ertiga berplat W 1805 VB hingga ke Cangar Batu. Sesampainya di Jembatan Cangar, korban dianiaya dan didorong ke sungai hingga tewas.

"Waktu diperjalanan saya mengemudi, diarahkan teman dibawa ke sana. Gelap mata, khilaf," kata Bambang. Pelaku terancam hukuman pidana mati dengan pidana seumur hidup paling lama 20 tahun penjara atas pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun penjara, pasal 328 KUHP ancaman pidana 12 tahun penjara dan pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP ancaman 12 tahun penjara. Pelaku mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) dan suami Bambang Irawan (27) warga Perum Magersari Sidoarjo, Kresna Bayu (22) warha Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo.

Sementara ARP (27) dan MIR (20) masih menjadi buronan polisi. Jenazah dugaan korban pembunuhan, Bangkit Maknutu Dunirat (32), dimakamkan di kediaman asalnya, Madura. Bangkit ditemukan meninggal dan jasadnya dibuang diSungaiWatuOndo, Cangar,KotaBatu, Jawa Timur.

"Dimakamkan di Madura. Mohon doanya ya," ujar istri Bangkit, Mei Nuriawati, Kamis (17/10/2019). Ia mengatakan baru akan pulang keMalangsetelah peringatan kematian tujuh hari suaminya selesai. Sehari harinya, Mei dan Bangkit mendiami sebuah rumah di Jalan Asrikaton, Kecamatan Pakis, KabupatenMalang.

"Saya baru pulang nanti setelah 7 hari," ucapnya. Ketika ditanya perihal suaminya, Mei enggan menjawab. Dia tampak terpukul dan masih tidak ingin diwawancarai.

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close