Sport

Wakil China Mendominasi hingga Tanpa 2 Juara Bertahan Fakta Menarik Perempat Final All England 2020

Berbagai fakta menarik mewarnai babak perempat final ajang All England 2020 mulai dari dominasi wakil China hingga tanpa adanya dua juara bertahan. Salah satu turnamen bulutangkis bergengsi dunia bertajuk All England kini telah memasuki babak perempat final dimana China mendominasi dengan mengirimkan wakil terbanyak. Jumlah wakil terbanyak kedua ditempati oleh Jepang dengan enam wakil, diikuti Taiwan dan Indonesia yang sama sama mengirim empat wakil.

Sementara itu, dua pebulutangkis yang berstatus sebagai juara bertahan dipastikan sudah tidak akan tampil di babak perempat final All England 2020. Ajang bulutangkis All England 2020 sendiri dihelat mulai tanggal 11 hingga 15 Maret 2020. Arena Birmingham menjadi venue perhelatan akbar ajang All England 2020.

Ajang bulutangkis yang memiliki level super 1000 tersebut akan memperebutkan total hadiah sejumlah 1.100.000 dollar Amerika. Salah satu televisi nasional yakni TVRI dijadwalkan menayangkan secara langsung pertandingan All England 2020 khususnya Court 1. China yang menjadi salah satu negara lahirnya pebulutangkis kelas dunia berhasil mengirimkan wakil terbanyak di babak perempat final All England 2020.

Tercatat ada tujuh wakil yang akan berlaga di babak perempat final hari ini, Jumat (13/3/2020). Rinciannya 2 tunggal putra, 1 tunggal putri, 1 ganda putra, 2 ganda putri, dan 1 ganda campuran. Di sektor tunggal putra, nama Chen Long dan Shi Yuqi menjadi dua pebulutangkis yang masih berpeluang menorehkan prestasi bagi kontingen China.

Chen Long yang menjadi unggulan ketiga akan berhadapan dengan wakil asal Malaysia, Lee Zii Jia. Sementara itu, Shi Yu Qi yang telah pulih dari cedera panjang akan saling sikut dengan unggulan kedua asal Denmark, Victor Axelsen. Pertarungan Shi Yu Qi dan Victor Axelsen diprediksi akan berjalan sengit dan ketat mengingat kualitas yang dimiliki oleh kedua pebulutangkis tunggal putra tersebut.

Chen Yufei menjadi wakil ketiga asal China yang bertekad mempertahankan gelar juara All England 2020. Perlu diketahui, jika Chen Yufei kini menyandang status sebagai juara bertahan All England. Pada tahun lalu dalam ajang yang sama, tunggal putri yang menempati unggulan pertama tersebut mengandaskan perlawanan wakil Taiwan, Tai Tzu Ying di partai final.

Kini, Chen Yufei akan berhadapan dengan unggulan kelima asal Thailand, Ratchanok Intanon untuk memperebutkan tiket semifinal. Sektor ganda putri, China masih menyisakan dua wakilnya yang akan berlaga di babak perempat final kali ini. Dua wakil tersebut yakni Du Yue/Li Yin Hui dan Chen Qing Chen/Jia Yifan.

Pasangan Du Yue/Li Yin Hui yang menempati unggulan keenam akan saling sikut dengan dengan unggulan kedua asal Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Sementara, pasangan Chen Qing Chen/Jia Yifan akan berjibaku menghadapi unggulan ketujuh asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Satu wakil China yang terakhir berada di sektor ganda campuran, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Pasangan ganda campuran yang menempati unggulan kedua tersebut akan menjamu wakil asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva. Jepang menjadi negara yang paling banyak mengirimkan wakil dengan jumlah 6. Rinciannya yakni 2 tunggal putri, 1 ganda putra, dan 3 ganda putri.

Diikuti Taiwan dan Indonesia yang sama sama mengirimkan 4 wakil di perempat final All England 2020. Babak perempat final ajang All England 2020 dipastikan tidak akan diikuti oleh dua pebulutangkis yang berstatus sebagai juara bertahan. Pertama, Kento Momota yang merupakan juara bertahan di sektor tunggal putra dipastikan gagal mempertahankan gelar juara All England yang diraihnya tahun lalu.

Kegagalan Kento Momota mempertahankan gelar bukan karena tersingkir, melainkan dia harus absen lantaran masih dalam tahap pemulihan cedera yang ia alami. Seperti yang kita ketahui, pasca perhelatan Malaysia Masters 2020. Tunggal putra asal Jepang tersebut mengalami kecelakaan hebat sebelum kepulangannya ke negeri tanah kelahirnya.

Kecelakaan hebat tersebut membuat kondisi Kento Momota tidak memungkinkan untuk turun di atas lapangan. Apalagi, sebelum perhelatan All England dirinya harus menjalani operasi khusus bagian mata yang memaksanya absen selama tiga bulan. Alhasil Kento Momota harus merelakkan gelar juara kepada pebulutangkis tunggal putra lainnya.

Pebulutangkis kedua yang berstatus sebagai juara bertahan yang dipastikan gagal mempertahankan gelar yakni Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong secara mengejutkan harus tumbang di babak kedua ajang All England 2020. Ganda campuran yang menempati unggulan pertama tersebut tumbang ditangan wakil non unggul Belanda, Robin Tabeling/Selena Piek.

Lewat permainan dua set langsung, Robin Tabeling/Selena Piek menyudahi perlawanan sang lawan dengan skor 22 20 dan 21 17. Kekalahan tersebut membuat pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong gagal mempertahankan gelar juara di sektor ganda campuran. Kontingen Indonesia dipastikan tanpa satu wakil pun di tiga sektor pada babak perempat final All England 2020.

Tiga sektor tersebut yakni tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri. Ketiga sektor tersebut menjadi salah satu hal yang wajib dievaluasi oleh PBSI mengingat anjloknya prestasi dalam keikutsertaannya di ajang sekelas All England 2020. Salah satu sektor yang paling mendapat sorotan yakni tunggal putra.

Bagaimana tidak, tidak ada satupun wakil asal Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final. Tiga pebulutangkis andalan yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto harus tumbang di babak pertama. Ginting tumbang ditangan wakil Denmark, Rasmus Gemke.

Jojo kalah dari Lee Zii Jia, sedangkan Tommy Sugiarto tak berdaya melawan Shi Yuqi. Terakhir, Shesar Hiren yang menjadi wakil tunggal putra tersisa juga harus tersingkir secara dramatis di babak 16 besar. Shesar Hiren Rhustavito kalah usai bermain tiga game, 21 18, 13 21, 19 21 dari Rasmus Gemke (Denmark).

Laga yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris tersebut memakan waktu selama 77 menit. Sempat memimpin set pertama dengan kemenangan 21 18 atas Rasmus Gemke. Sayang pada game kedua, setelah unggul 4 1 di awal, Shesar balik tertinggal 5 11 dan 7 17, hingga akhirnya kalah 13 21.

Di game penentu, Shesar kerap unggul sejak poin awal. Keunggulan terus terjadi hingga skor 18 16. Namun di luar dugaan, Shesar balik tertinggal 18 20 hingga kalah 19 21.

Kini, sektor ganda putra dan ganda campuran menjadi dua sektor utama yang masih bisa diharapkan oleh Indonesia untuk mendulang gelar juara All England 2020. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya [1/Indonesia] vsAaron Chia/Soh Woi Yik [8/Malaysia], pukul 17.00 WIB Praveen Jordan/Melati Oktavianti vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping [2/Tiongkok], pukul 17.00 WIB

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai [Thailand] vs Hafiz Faizal/Gloria Widjaja [8/Indonesia], followed by Hiroyuki Endo/YutaWatanabe [6/Jepang] vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan [2/Indonesia],followed by 11 Maret 2020: Babak 32 Besar (live TVRI pukul 16.00 01.00 WIB)

12 Maret 2020: Babak 16 Besar(live TVRI pukul 18.00 04.00 WIB) 13 Maret 2020: Perempat Final(live TVRI pukul 17.00 03.00 WIB) 14 Maret 2020: Semifinal(live TVRI pukul 17.00 03.00 WIB)

15 Maret 2020: Final(live TVRI pukul 19.00 24.00 WIB)

Tags
Show More

Meita Estriani

Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close